Kuda Jingkrak 21 Santri Meriahkan Kirab Al-Qur’an Ponpes Al-Faham Purworejo
- 05 Jul 2026 13:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Pondok Pesantren Al-Faham Baledono, Kabupaten Purworejo kembali menggelar Kirab Santri Khotmil Qur’an sebagai wujud penghormatan kepada para penghafal Al-Qur’an. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 dan menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Pengasuh Ponpes Al-Faham sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, Muhammad Haekal mengatakan, tahun ini kirab mencatat sejarah baru. Sebanyak 21 santri berhasil menyelesaikan bacaan Al-Qur’an 30 juz secara binnadzar.
"Jumlah itu merupakan peserta terbanyak sepanjang tradisi digelar sejak 1992," kata Haekal. Rombongan bergerak pukul 14.00 WIB dari kediaman Pengasuh, Siti Maimunah Khoiril Adlan di Baledono Krajan.
Iring-iringan melintasi Pasar Baledono, Buh Peceng, Hotel Intan, Plaza, hingga Jalan Pemotongan Hewan, sebelum kembali ke pondok pukul 16.00 WIB. Total jarak tempuh 4-5 kilometer.
Kirab berlangsung semarak dengan dukungan 16 ekor kuda, lima bendi atau dokar, dan tiga kelompok marching band dari MTsN 1 Purworejo, SMK Barasa, serta SDN 2 Baledono. Para santri tampil dengan busana muslim sambil menaiki kuda dan bendi. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang rute.
“Ini bukan sekadar perayaan, tapi syiar Islam dan apresiasi bagi anak yang belajar Al-Qur’an. Kami ingin menunjukkan mereka memiliki kedudukan mulia,” ujar Haekal.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sehari sebelumnya dengan ziarah kubur ke Makbarah Al-Muslimun Candi, Baledono, Jumat 3 Juli 2026. Agenda masih berlanjut Minggu 5 Juli 2026 pagi dengan Pentas Santri, dan ditutup Minggu malam dengan Khatmil Qur’an serta Pengajian Umum. Pengajian akan diisi KH. Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Ponpes Al-Itqon Semarang sekaligus Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah.
Haekal berharap momentum Muharram menjadi introspeksi untuk meningkatkan keimanan dan akhlak. "Saat ini Ponpes Al-Faham membina sekitar 80 santri TPQ dan 50 santri putra-putri," jelasnya.
Semrntara itu, Anggota DPRD Purworejo dari Fraksi PKB sekaligus pengurus Ponpes Al-Faham, Muh Dahlan, menambahkan tradisi Kuda Jingkrak yang mengiringi kirab sejak 1995 punya nilai budaya tinggi. Menurutnya tradisi ini bisa dikembangkan menjadi ikon wisata religi dan budaya daerah. “Kuda Jingkrak bukan hanya hiburan, tapi sarana syiar yang efektif. Jika masuk kalender wisata dan mendapat dukungan Disparbud serta PORDASI, ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Dahlan.
Melalui kirab ini, Ponpes Al-Faham menegaskan komitmennya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur’an.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....