AHY Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Sinergi Pentahelix Jadi Kunci

  • 05 Jul 2026 00:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 kini resmi berakhir. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., didampingi Sekretaris Daerah dan Kabag Pemerintahan Setda turut menghadiri acara penutupan di Grand City Hall Medan, Kamis malam, 2 Juli 2026.

Forum akbar yang mempertemukan para kepala daerah se-Indonesia ini sukses merumuskan berbagai rekomendasi strategis bagi pembangunan perkotaan. Acara penutupan tersebut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam sambutannya, AHY menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix sebagai fondasi pembangunan kota yang berkelanjutan. Sinergi ini wajib mengawal keterlibatan aktif antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, hingga media massa.

"Pentahelix mudah diucapkan, tapi harus bisa kita kawal bersama-sama. Pemerintah pusat dan daerah harus sinergis," tegas AHY dalam arahannya malam itu. Beliau juga menambahkan bahwa media memiliki peran krusial untuk mengedukasi serta mengamplifikasi hal-hal baik terkait perkembangan kota.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini turut melibatkan generasi muda secara aktif. Forum ini meminta masukan dan menampung aspirasi anak-anak muda di setiap kota sebagai bahan pertimbangan kepala daerah.

Eri menegaskan bahwa seluruh jajaran APEKSI mendukung penuh Program Strategis Nasional (PSN) serta kebijakan Presiden di wilayah masing-masing. Di akhir sambutannya, ia juga mengumumkan bahwa Rakernas XIX tahun 2027 mendatang secara resmi akan diselenggarakan di Kota Bandung.

Di sisi lain, Wali Kota Medan selaku tuan rumah, Rico Tri Putra Bayu Waas, memaparkan berbagai forum strategis yang telah bergulir sejak 28 Juni lalu. Beberapa di antaranya meliputi forum pangan, forum lingkungan hidup, forum komisi, hingga forum investasi.

"Kita sudah menghasilkan berbagai rekomendasi dari berbagai permasalahan di masing-masing kota, berbicara tentang pelayanan publik hingga mempercepat transformasi digital," urai Rico. Berbagai rumusan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan publik dan ketahanan pangan di tingkat perkotaan.

Penutupan Rakernas XVIII APEKSI 2026 ini menjadi penegasan komitmen kolektif seluruh pemerintah kota di Indonesia untuk terus menelurkan inovasi. Rekomendasi yang dihasilkan diproyeksikan menjadi masukan berharga bagi pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang inklusif. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....