Jejak Cheng Ho Buka Peluang Investasi Baru di Jateng
- 03 Jul 2026 11:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Hubungan sejarah antara Jawa Tengah dan Laksamana Cheng Ho kini berkembang menjadi peluang investasi dan perdagangan internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng International Zheng He Society dari Singapura untuk memperluas kerja sama yang tidak lagi terbatas pada bidang budaya.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan Presiden International Zheng He Society Dr. bersama delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 2 Juli 2026. Rombongan diterima langsung oleh beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Luthfi mengatakan, kedekatan sejarah Jawa Tengah dengan Cheng Ho menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan internasional yang lebih produktif. Kerja sama yang dibangun diarahkan untuk mendorong investasi, perdagangan, pariwisata, dan berbagai peluang ekonomi lainnya.
Menurutnya, sejumlah pengusaha yang tergabung dalam delegasi tersebut bahkan telah menanamkan modal di kawasan industri Batang, yang menunjukkan bahwa hubungan budaya dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan investasi di Jawa Tengah. “Bahkan beberapa pengusaha yang diajak oleh beliau juga sudah berinvestasi di KITB Batang,” ujar Luthfi.
Ia menambahkan, Singapura selama ini menjadi salah satu kontributor terbesar investasi asing di Jawa Tengah. Dari total Penanaman Modal Asing (PMA), sekitar 48 persen berasal dari negara tersebut.
Kinerja perdagangan antara Jawa Tengah dan Singapura juga terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai ekspor Jawa Tengah ke Singapura mencapai US$114,96 juta dengan komoditas utama berupa tembakau, produk kayu, dan tekstil.
Presiden International Zheng He Society Dr. Zhang Lu menilai Jawa Tengah, khususnya Semarang, memiliki kekuatan sejarah yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik global. Narasi sejarah yang kuat dinilai mampu menjadi fondasi untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menarik investasi.
Ia menjelaskan organisasinya aktif bergerak di bidang budaya, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta teknologi baru untuk mendukung promosi kebudayaan. Pendekatan tersebut diyakini dapat memperluas jangkauan promosi daerah ke tingkat internasional.
Menurut Zhang Lu, promosi sebuah daerah tidak cukup hanya mengandalkan destinasi wisata. Daerah juga perlu menghadirkan cerita dan identitas sejarah yang mampu menarik perhatian wisatawan, investor, hingga pelaku industri kreatif.
“Semoga ke depan bisa terhubung dengan Semarang. Tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga menarik lebih banyak investor, kru film, perdagangan, dan kolaborasi lainnya,” katanya.
Sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama tersebut, International Zheng He Society mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026. Forum itu diharapkan menjadi ruang untuk memperluas kolaborasi di bidang budaya, investasi, perdagangan, dan pariwisata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....