Ubah Stigma Bertani Itu Kotor, Pertanian Modern Percepat Regenerasi Petani
- 02 Jul 2026 11:28 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Regenerasi petani masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian dinilai bukan semata karena persoalan pendapatan, tetapi juga dipengaruhi stigma bahwa profesi petani identik dengan pekerjaan yang kotor dan kurang menjanjikan.
Petani milenial, Husnil Ma’sum, mengatakan persepsi tersebut perlu diubah dengan memperkenalkan wajah baru pertanian yang lebih modern dan berbasis teknologi."Selama ini masih ada stigma bahwa petani itu pekerjaannya kasar, kotor, dan penghasilannya kurang,” katanya dalam wawancara bersama Pro 1 RRI, Kamis, 2 Juli 2026.
Padahal, menurutnya, saat ini pertanian sudah berkembang. “Bertani bisa dilakukan di pekarangan rumah, rooftop, greenhouse, maupun dengan sistem hidroponik yang lebih modern," ujarnya.
Menurut Husnil, generasi muda perlu melihat langsung praktik pertanian modern agar memahami bahwa aktivitas bertani kini tidak lagi identik dengan pekerjaan berat di sawah. Ia mencontohkan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) di greenhouse yang memungkinkan petani mengatur pemberian nutrisi, pH, hingga kelembapan tanaman secara otomatis melalui aplikasi.
"Kalau sudah menggunakan sistem otomasi, kita bahkan bisa memantau tanaman hanya lewat aplikasi. Semua nutrisi dan kualitas tanaman tetap terjaga," katanya.
Selain teknologi, media sosial juga menjadi sarana penting untuk memperluas pemasaran hasil pertanian. Dengan promosi digital, hasil panen dapat dipasarkan ke berbagai daerah tanpa harus bergantung pada pasar lokal.
Husnil menilai kehadiran petani-petani modern sebagai role model menjadi salah satu kunci mempercepat regenerasi petani. Menurutnya, semakin banyak contoh sukses yang ditampilkan, semakin besar pula minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Ia pun mengajak anak muda untuk tidak ragu mengenal dunia pertanian secara langsung. "Datanglah ke petani-petani modern, lihat bagaimana mereka bekerja, pertanian sekarang sudah berubah dan punya peluang ekonomi yang besar jika ditekuni secara serius," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....