Wali Kota Semarang Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
- 02 Jul 2026 01:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong lahirnya gerakan nasional untuk menyelamatkan heritage kota-kota maritim di Indonesia. Menurutnya, pelestarian sejarah harus menjadi bagian dari strategi pembangunan agar identitas dan memori kolektif masyarakat tetap terjaga di tengah pesatnya modernisasi.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional "Menyelamatkan Heritage Kota Maritim: Sejarah dan Pengembangannya" yang menjadi rangkaian Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi) 2026 di Medan, Rabu, 1 Juli 2026. Seminar merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Program Doktor Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Rumah Sejarah Medan, dan Rumah Budaya Tangga Medan.
Sekitar 100 peserta dari kalangan akademisi dan Pemerintah Kota Semarang mengikuti forum tersebut. Seminar tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga wadah membangun kolaborasi dalam menjaga warisan kota-kota maritim yang menghadapi tantangan perubahan iklim, urbanisasi, degradasi kawasan pesisir, hingga krisis memori di era digital.
Agustina menegaskan, pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus menjaga sejarah dan identitas yang menjadi fondasi sebuah kota. Menurutnya, kota yang memahami sejarahnya akan memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.
"Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi fondasi untuk membangun masa depan. Kota yang memahami sejarahnya akan memiliki identitas yang kuat, karakter yang jelas, dan arah pembangunan yang berkelanjutan," kata Agustina.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana pembangunan Semarang City Archive dan Museum Bahari Semarang sebagai pusat dokumentasi sejarah, pendidikan, penelitian, diplomasi budaya, serta wisata sejarah. Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Semarang juga menerima artefak peradaban maritim koleksi Dr. Jimmy Lassang Manahara Siahaan dan repatriasi arsip surat kabar Semarang tahun 1858–1942 sebagai langkah memperkuat memori kolektif kota.
Seminar turut menghadirkan sejumlah akademisi yang menegaskan pentingnya pelestarian sejarah maritim Indonesia. Mereka menilai digitalisasi arsip, penyelamatan situs heritage, serta kerja sama internasional dalam repatriasi arsip kolonial menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas Semarang sebagai kota maritim sekaligus mendorong lahirnya gerakan pelestarian heritage di tingkat nasional.
Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono menyebut Semarang telah berkembang sebagai kota maritim dan ruang perjumpaan berbagai bangsa sejak lebih dari seribu tahun lalu. Sementara, Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih menekankan pentingnya digitalisasi arsip dan penguatan literasi sejarah untuk menghadapi ancaman disinformasi di era digital.
Pandangan serupa disampaikan Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S. yang menilai penyelamatan situs-situs maritim Nusantara merupakan agenda nasional untuk menjaga bukti kejayaan peradaban bahari Indonesia. Sementara itu, Prof. Dr. Suryadi dari Leiden University menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam digitalisasi dan repatriasi arsip kolonial sebagai bagian dari upaya merekonstruksi sejarah kota-kota maritim, termasuk Semarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....