Kecanduan HP pada Anak Bisa Dialihkan Lewat Buku, Ini Caranya Menurut Big Bad Wolf

  • 01 Jul 2026 20:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kehadiran Bazar Buku Big Bad Wolf di Queen City Mall Semarang 9 hingga 19 Juli 2026 mendatang menjadi momentum bagi orang tua untuk mulai menumbuhkan budaya membaca di rumah dan mengalihkan kecanduan HP pada anak. Kebiasaan mencintai buku bahkan bisa dibangun sejak anak masih berada dalam kandungan melalui aktivitas membacakan cerita.

Public Relations Big Bad Wolf Books Indonesia, Andri Suharyono, mengatakan pengunjung dapat menemukan berbagai jenis buku sesuai minat dan kebutuhan. Mulai dari buku anak-anak, novel, buku memasak, otomotif, hobi, hingga referensi pendidikan tersedia.

Menurut Andri, kehadiran Big Bad Wolf selama satu dekade di Indonesia tetap membawa misi yang sama, yakni meningkatkan budaya literasi melalui akses buku berkualitas dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya mendekatkan buku kepada masyarakat di berbagai daerah.

"Jangka panjangnya kita akan membuat generasi Indonesia menjadi generasi yang tangguh, generasi yang berwawasan baik. Jangan lupa, Big Bad Wolf selalu memberikan inovasi kepada masyarakat," ujarnya saat Coloring Activity Begins saat Konfrensi Pers BBW di Hotel Chanti Semarang, Senin, 29 Juni 2026.

Praktisi dari Komunitas Read Aloud Semarang, Alifia Raharja mengatakan, minat baca anak tidak lahir dari paksaan. Orang tua perlu terlebih dahulu menciptakan pengalaman yang menyenangkan agar anak memiliki kedekatan emosional dengan buku.

Menurutnya, banyak orang tua berharap anak langsung tertarik membaca, padahal kebiasaan tersebut harus dibangun secara bertahap. Salah satu cara paling efektif adalah dengan metode read aloud atau membacakan buku secara nyaring sejak usia dini.

Alifia menjelaskan, janin dan bayi sudah dapat mengenali suara orang tuanya. Ketika buku dibacakan secara rutin, anak akan mengaitkan aktivitas membaca dengan rasa nyaman dan menyenangkan.

"Kita harus mengajarkannya sejak dalam kandungan. Dengan cara dibacakan buku," ujarnya.

Ia menegaskan, orang tua tidak perlu memiliki kemampuan mendongeng layaknya profesional. Suara ayah dan ibu justru menjadi daya tarik utama yang membuat anak menikmati kegiatan membaca bersama.

Selain membacakan isi buku, orang tua juga dianjurkan mengajak anak berinteraksi dengan gambar dan cerita. Cara tersebut membuat anak lebih aktif, sekaligus membantu perkembangan bahasa dan daya imajinasinya.

"Pertama, ciptakan dulu suasana cintanya pada buku, interaksinya dengan orang tua, dan paling penting adalah biasanya yang membacakan itu adalah ayahnya. Interaksi dengan ayah itu juga sangat diperlukan," ujarnya.

Alifia lebih lanjut mengatakan kebiasaan membaca yang dibangun sejak kecil itulah yang akan membentuk kecintaan terhadap buku secara alami. Anak yang tumbuh dalam lingkungan literat umumnya akan mencari dan membaca buku tanpa harus terus-menerus diingatkan.

Alifia juga mengajak keluarga untuk menghadirkan buku di ruang-ruang yang mudah dijangkau anak. Kehadiran buku yang terlihat setiap hari tetap memberi dorongan psikologis dan harapan untuk membacanya di kemudian hari.

Oleh karena itu, ia mengajak agar masyarakat memanfaatkan Bazar Buku Big Bad Wolf (BBW) yang akan digelar di Queen City Mall Semarang pada 9-19 Juli 2026. Ajang itu menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menambah koleksi bacaan yang bermutu dari dalam negeri hingga luar negeri sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan rumah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....