Purworejo Bakal Terapkan WFA dan WFH untuk Guru saat Libur Sekolah
- 01 Jul 2026 20:09 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Pemerintah Kabupaten Purworejo resmi menyiapkan skema kerja fleksibel bagi tenaga pendidik melalui kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) selama masa libur sekolah sesuai kalender pendidikan.Kebijakan ini digagas langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti sebagai bentuk adaptasi terhadap transformasi digital dan untuk menjaga keseimbangan kehidupan kerja atau work-life balance para guru.
Bupati menilai penerapan sistem kerja fleksibel paling tepat dilakukan saat siswa sedang libur. Aktivitas belajar mengajar di kelas sedang kosong, sehingga kehadiran fisik guru di sekolah hanya untuk absensi dinilai kurang efektif.
“Jika guru tetap hadir secara fisik hanya untuk memenuhi presensi, hal tersebut kurang efisien. Melalui WFA/WFH, kita dapat menekan biaya operasional sekolah seperti listrik, air, dan kebutuhan rutin lainnya,” ujar Bupati Yuli, Rabu, 1 Juli 2026.
Selain menekan biaya operasional, kebijakan ini juga menyasar aspek psikologis guru. "Masa libur dapat dimanfaatkan untuk pemulihan energi setelah satu semester mengajar, sengan kondisi mental yang lebih segar, guru diharapkan kembali mengajar dengan semangat baru," ungkapnya.
Bupati menegaskan, selama WFA/WFH, guru tetap wajib menyelesaikan sejumlah tugas administratif dan pengembangan diri. "Tugas yang wajib dipenuhi meliputi penyusunan perencanaan pembelajaran, laporan penilaian, penyusunan kurikulum, RPP semester berikutnya, pelayanan kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi lewat pelatihan, seminar, atau workshop," ujarnya.
Kepala Dindikbud Purworejo, Yudhie Agung Prihatno menyebut pengawasan akan dilakukan berbasis kinerja, bukan sekadar kehadiran fisik. “Kami siapkan sistem presensi serta kewajiban pelaporan berbasis output kinerja. Dengan demikian, akuntabilitas kinerja tetap terjaga sesuai ketentuan kepegawaian,” jelasnya.
Meski guru bisa bekerja dari rumah, Dindikbud memastikan layanan di sekolah tidak lumpuh. Layanan strategis seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, dan layanan masyarakat akan tetap buka melalui skema piket bergilir.
“Pike juga penting. Ini untuk memastikan keamanan aset sekolah tetap terjaga selama masa libur,” kata Yudhie.
Pemkab Purworejo berharap kebijakan ini bisa mempercepat pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pendidikan. Target akhirnya adalah tercipta pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....