Selamatkan Artefak Sejarah, Pemkot Semarang Perkuat Identitas Kota Maritim
- 01 Jul 2026 17:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Kota(Pemkot) Semarang terus memperkuat identitas kota melalui upaya penyelamatan berbagai artefak dan dokumen sejarah. Langkah tersebut mendapat dukungan dari kalangan sejarawan dan akademisi yang menilai pelestarian warisan sejarah menjadi investasi penting bagi masa depan Kota Semarang.
Apresiasi atas hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dengan para pakar sejarah, akademisi, dan kolektor artefak di Medan, Rabu, 1 Juli 2026. Pertemuan dihadiri di antaranya Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan, Dr. Saparudin Barus, Prof. Ikhwan, Prof. Robert Sibarani, serta perwakilan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumatera Utara.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan penyelamatan arsip dan artefak sejarah merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat identitas kota. Menurutnya, berbagai peninggalan tersebut bukan sekadar benda koleksi, tetapi sumber pengetahuan yang dapat membantu memahami perjalanan pembangunan Semarang sejak masa lalu.
"Berbagai peninggalan ini perlu dikumpulkan kembali agar kita dapat membaca, memahami, dan merekonstruksi perjalanan kota ini. Dari sanalah kita mengetahui fondasi awal terbentuknya Semarang, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, serta arah pembangunan yang harus terus kita jaga," ujarnya.
Guru Besar Kebudayaan, Prof. Robert Sibarani, mengatakan tidak banyak kepala daerah yang memiliki perhatian terhadap penyelamatan arsip dan artefak sejarah. Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang menjadi contoh penting dalam menjaga identitas dan memori kolektif masyarakat.
"Langkah Wali Kota Semarang ini merupakan preseden yang sangat baik. Sejarah sebuah kota sering kali tercecer di berbagai daerah, bahkan di luar negeri. Ketika seorang kepala daerah berinisiatif mengumpulkan kembali arsip dan artefak sejarah, sesungguhnya ia sedang menyelamatkan identitas, peradaban, dan ingatan kolektif masyarakatnya," ujar Prof. Robert Sibarani.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Semarang menerima sejumlah koleksi bersejarah, di antaranya 13 lembar saham Hotel du Pavillon (kini Hotel Dibya Puri) tahun 1892, surat sero NV Seng Tek Jia tahun 1955, obligasi Semarangsche Administratie Maatschappij senilai lima juta gulden, serta artefak berupa lampu badai kapal kuno. Koleksi tersebut memperkuat jejak sejarah Semarang sebagai kota perdagangan dan maritim.
Kolektor sejarah Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan mengatakan berbagai dokumen dan artefak tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi. Ia menyerahkan koleksi tersebut kepada Pemerintah Kota Semarang karena melihat komitmen nyata dalam menjaga dan memanfaatkannya sebagai sarana edukasi masyarakat.
"Dokumen pemberitaan tahun 1830-an maupun obligasi bernilai jutaan Gulden ini adalah bukti autentik bahwa Semarang telah berkembang sebagai pusat perdagangan, administrasi, dan ekonomi sejak ratusan tahun lalu. Kami menyerahkannya kepada Pemerintah Kota Semarang karena melihat komitmen nyata Ibu Wali Kota untuk menjaga kelestariannya sekaligus menjadikannya media edukasi bagi masyarakat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....