Meriahkan Jateng Fair, Lapas Semarang Kenalkan Karya Pembinaan ke Masyarakat
- 01 Jul 2026 11:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang turut ambil bagian dalam kemeriahan Jateng Fair 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-81. Mengusung tema “Action for Transformation”, ajang yang berlangsung selama 26 Juni–5 Juli 2026 ini menjadi ruang untuk menampilkan berbagai capaian pembangunan, inovasi, serta potensi unggulan dari berbagai sektor di Jawa Tengah.
Sebagai etalase pembangunan daerah, Jateng Fair tahun ini tidak hanya menghadirkan promosi pembangunan dan peluang investasi, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya, wahana edukasi, hiburan, hingga ruang kolaborasi bagi berbagai pihak. Salah satu yang turut mendapat perhatian pengunjung adalah kehadiran tenant hasil karya warga binaan pemasyarakatan dari Lapas dan Rutan se-Jawa Tengah.
Didampingi langsung oleh Kepala Lapas, jajaran Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang menghadirkan berbagai produk unggulan hasil program pembinaan kemandirian warga binaan. Produk yang dipamerkan antara lain handycraft sandal berbahan enceng gondok, tas berbahan tutup botol daur ulang, kaos sablon, serta batik hasil karya warga binaan.
Selain itu, tenant pemasyarakatan juga turut memperkenalkan berbagai produk lain dari satuan kerja pemasyarakatan se-Jawa Tengah. Di antaranya kerajinan kayu, kopi sachet, tas rajut, hingga makanan olahan hasil budidaya warga binaan.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan, partisipasi dalam Jateng Fair menjadi momentum penting untuk memperkenalkan wajah pemasyarakatan yang produktif dan berdampak. Menurutnya, keikutsertaan dalam Jateng Fair 2026 merupakan bentuk nyata bahwa warga binaan memiliki potensi untuk terus berkembang dan menghasilkan karya yang bernilai.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa proses pembinaan di Lapas tidak berhenti pada pembatasan kebebasan. Akan tetapi, juga membangun keterampilan, kreativitas, dan kesiapan untuk kembali berdaya di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam proses produksi hingga pemasaran menjadi bagian dari pembelajaran nyata tentang dunia kerja dan kewirausahaan. Menariknya, hasil dari sejumlah produk yang terjual akan ditindaklanjuti melalui pembagian premi kepada warga binaan yang terlibat dalam proses produksi, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harapan kami, masyarakat dapat melihat bahwa pembinaan di Lapas menghasilkan karya yang memiliki kualitas dan nilai ekonomi. Semoga semakin banyak ruang kolaborasi yang terbuka sehingga hasil karya warga binaan dapat terus berkembang, memberikan manfaat, dan menjadi bekal berharga saat mereka kembali di tengah masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....