Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Magelang Petakan 20 Kecamatan Rawan Kekeringan

  • 29 Jun 2026 15:10 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Musim kemarau
  • BPBD Kabupaten Magelang
  • distribusi air bersih

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang memetakan 20 dari 21 kecamatan sebagai wilayah rawan kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Menghadapi potensi tersebut, BPBD mulai menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari pemetaan daerah terdampak, konsolidasi relawan, hingga penyaluran bantuan air bersih jika kondisi memburuk.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Puncak kekeringan diprediksi akan terjadi di bulan Agustus," katanya, Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Bambang, pemetaan dilakukan dengan mengacu pada pengalaman saat fenomena El Nino pada 2023 yang menyebabkan lebih dari 100 desa di 20 kecamatan mengalami kekeringan. Kondisi tersebut menjadi dasar penyusunan strategi penanganan pada musim kemarau tahun ini.

BPBD menyiapkan pola penanganan yang hampir sama dengan tahun 2023, yakni mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Saat itu, sekitar delapan juta liter air bersih berhasil disalurkan dengan dukungan besar dari masyarakat dan relawan.

"Untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi tahun ini, kami melakukan upaya yang sama seperti saat kemarau tahun 2023, yakni mendistribusikan sekitar 8 juta liter air bersih. Kontribusi terbesar justru datang dari partisipasi masyarakat dan relawan," ujarnya.

Sejumlah wilayah yang dipetakan rawan kekeringan antara lain Kecamatan Borobudur, Salaman, Tempuran, Kajoran, Pakis, dan Tegalrejo. Selain ancaman kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Menoreh, Andong, dan Telomoyo yang memiliki vegetasi kering dan akses terbatas.

Sementara itu, anggota Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Kecamatan Windusari, Sulistyo, mengatakan kebutuhan air bersih di wilayahnya selama musim kemarau masih relatif tercukupi. Namun, masyarakat diminta lebih waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya,di musim kemarau untuk wilayah Kecamatan Windusari sangat tercukupi. Bencana yang patut diwaspadai yakni kebakaran hutan dan lahan, karena wilayah Kecamatan Windusari berada di lereng Gunung Sumbing,” kata Sulistyo. ( wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....