Manfaatkan Dana ZIS, PLN Pusmanpro Fasilitasi Khitan Gratis Anak-anak di Semarang

  • 24 Jun 2026 13:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang - PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) menggelar khitanan massal gratis bagi masyarakat di Kota Semarang, Rabu 24 Juni 2026. Kegiatan sosial tersebut diikuti 31 anak dari berbagai wilayah di Kota Semarang.

Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial pegawai PLN terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan. Pendanaan kegiatan berasal dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pegawai PLN melalui YBM PLN Pusmanpro.

“Hari ini alhamdulillah telah dilaksanakan khitan sehat di PLN Pusmanpro dengan jumlah peserta sekitar 31 orang. Ini merupakan dana zakat, sedekah, maupun infak yang dihimpun YBM PLN untuk kebutuhan sosial di lingkungan sekitar,” jelas General Manager PLN Pusmanpro, Aan Ridhoana Fitriani.

Selain layanan khitan gratis yang ditangani tenaga medis profesional, peserta juga menerima uang santunan, tas, serta bingkisan perlengkapan sekolah dan makanan bergizi. Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah semangat anak-anak yang mengikuti kegiatan.

Ia menambahkan, program khitanan massal telah menjadi agenda rutin tahunan PLN Pusmanpro. Peserta berasal dari masyarakat sekitar kantor PLN Pusmanpro di wilayah Semarang, termasuk Gajahmungkur dan sejumlah kawasan lainnya.

“Harapannya ke depan jumlah tim dokter dapat ditambah sehingga kapasitas pelayanan bisa lebih besar, namun kualitas dan aspek kesehatan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ketua Panitia Tim Medis, dr. Ahmad Afianto, mengatakan khitan memiliki manfaat kesehatan karena membantu menjaga kebersihan organ reproduksi dan mengurangi risiko penyakit tertentu. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk edukasi dan bantuan bagi anak yatim, piatu, dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan.

"Khitan ini untuk membuang kulup ya supaya alat kelaminnya itu bersih sehingga terhindar dari pada penyakit. Sebenarnya kalau usia khitan sekarang itu sudah mulai dari bayi 5 hari ya, itu supaya meminimalisir resiko-resiko yang lebih besar daripada khitan saat usia yang lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Rahmanto, warga Ngaliyan, mengapresiasi program tersebut karena dinilai sangat membantu masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

"Kemarin ada informasi dari ketua RT juga dari pihak kelurahan. Mudah-mudahan persertanya semakin banyak lagi," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....