KM Marimar Tenggelam di Perairan Bawean, Seluruh ABK Selamat

  • 23 Jun 2026 14:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang- Kapal motor pencari ikan KM Marimar GT 30 milik nelayan Kabupaten Rembang tenggelam di perairan sekitar Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di Laut Jawa. Meski kapal tenggelam, seluruh anak buah kapal (ABK) dan nahkoda berhasil diselamatkan.

Sebanyak 16 ABK bersama nahkoda tiba kembali di Dermaga Timur Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tasikagung, Rembang, Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka dipulangkan menggunakan KM Bulan SPM setelah sebelumnya dievakuasi dari tengah laut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, KM Marimar GT 30 berangkat melaut dari PPN Tasikagung pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB menuju wilayah perairan Bawean. Kapal tersebut dinahkodai Pono (34), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Rembang.

Namun, pada Minggu, 21 Juni 2026 sekitar pukul 09.30 WIB, saat berada di Laut Jawa sekitar perairan Bawean, kapal mengalami kebocoran. Diduga, kebocoran terjadi akibat kran pembuangan air laut yang tidak berfungsi secara normal sehingga air terus masuk ke dalam kapal.

Nahkoda KM Marimar, Pono, mengatakan kebocoran pertama kali diketahui di area ruang mesin. Kondisi kapal kemudian memburuk dalam waktu singkat karena air dengan cepat memenuhi badan kapal.

“Awalnya ada kebocoran kecil di ruang mesin, tidak sampai satu menit, air sudah masuk ke berbagai bagian kapal. Saya langsung menghubungi kapal teman yang posisinya paling dekat untuk meminta bantuan,” kata Pono.

Ia menjelaskan, kapal yang pertama merespons permintaan bantuan adalah KM Rama GT 30 yang berada sekitar 10 mil laut dari lokasi kejadian. Sebelum kapal tenggelam, seluruh ABK dievakuasi menggunakan pelampung sambil menunggu bantuan datang.

Pono mengaku terus berusaha menenangkan para ABK agar tidak panik. Mereka diminta tetap bersama dan tidak terpisah selama proses penyelamatan berlangsung.

“Kami saling menguatkan, semua berpegangan pada pelampung dan berusaha tetap bersama. Sekitar tiga setengah jam kemudian bantuan kapal datang,” ujarnya.

Seluruh ABK akhirnya berhasil dievakuasi ke KM Rama GT 30. Selanjutnya, para ABK dipindahkan ke kapal lain yang sedang berlayar kembali ke Rembang.

Sementara itu, pemilik kapal, Pradini Vista Rianda Putri, warga Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang masih berupaya melakukan evakuasi bangkai kapal dengan mencari kapal penarik agar KM Marimar GT 30 dapat dibawa kembali ke daratan. Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....