Pastikan SPMB Transparan tanpa Titipan, SMPN 1 Kedungwuni Siapkan 20 Relawan

  • 22 Jun 2026 12:28 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • SPMB Kabupaten Pekalongan 2026/2027
  • SMPN 1 Kedungwuni Siapkan 20 Relawan, Pastikan SPMB Transparan tanpa Titipan

RRI.CO.ID, Pekalongan – SMP Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mengambil langkah proaktif dalam mendukung kelancaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pihak sekolah telah menyiapkan puluhan relawan untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan transparan.

Setelah sempat mengalami penundaan, pendaftaran SPMB secara online akhirnya resmi dibuka pada 22 hingga 25 Juni 2026. Pada hari pertama pelaksanaan, pihak sekolah langsung mengoptimalkan layanan bantuan bagi calon peserta didik dan orang tua.

Kepala SMP Negeri 1 Kedungwuni, Khoirul Huda, Senin 22 Juni 2026, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 20 tenaga relawan. Para relawan akan mendampingi masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses sistem pendaftaran online.

“Kami siapkan sejumlah relawan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mengakses pendaftaran SPMB secara online. Calon peserta didik yang mengalami kendala bisa datang langsung untuk mendapatkan pendampingan,” ujar Huda.

Langkah ini dinilai penting mengingat tidak semua orang tua memiliki kemampuan atau akses memadai dalam menggunakan sistem digital. Kehadiran relawan diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut agar proses pendaftaran berjalan inklusif.

Selain memberikan pendampingan teknis, pihak sekolah juga menegaskan komitmennya terhadap integritas pelaksanaan SPMB. Huda memastikan seluruh proses berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik titipan.

“Kami pastikan SPMB berjalan transparan dan akuntabel. Tidak ada sistem titip atau praktik lain yang mencederai proses seleksi,” katanya.

Ditambahkan Huda, pada tahun ajaran 2026/2027 ini, SMP Negeri 1 Kedungwuni membuka kuota sebanyak 288 siswa yang akan terbagi dalam 9 rombongan belajar (rombel). Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas ruang belajar dan tenaga pengajar yang tersedia.

Di sisi lain, keberadaan relawan mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu orang tua calon peserta didik, Bunda Nabila, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang disediakan pihak sekolah.

“Ini sangat bagus. Dengan adanya relawan, orang tua yang kesulitan mengakses secara mandiri jadi sangat terbantu,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Mundikron, warga Rowocacing, yang menilai sistem pendaftaran online sebenarnya sudah memudahkan masyarakat, terutama karena tidak lagi harus mengantre secara manual di sekolah. Meski demikian, ia mengakui bahwa pendampingan tetap dibutuhkan bagi sebagian masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....