Peduli Lingkungan, A&E Indonesia dan DLH Kota Semarang Tanam 250 Pohon di Mijen

  • 21 Jun 2026 08:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT American and Efird Indonesia (A&E Indonesia) meluncurkan The Green Legacy Project. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, sebanyak 250 pohon produktif di tanam di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Sabtu 20 Juni 2026.

Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penambahan ruang hijau, mendukung kualitas udara yang lebih baik, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. President Director PT American and Efird Indonesia, Sanjay Chandraratna mengatakan, menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan komitmen untuk melindungi masa depan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ia percaya bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab yang melampaui bisnis semata. Melalui The Green Legacy Project, pihaknya ingin mewujudkan komitmen tersebut menjadi aksi nyata dengan memberikan kontribusi bagi lingkungan yang lebih hijau dan masa depan yang lebih sehat.

"Setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan simbol tanggung jawab bersama untuk menjaga dunia tempat kita hidup. Ini juga komitmen kami dalam menciptakan warisan positif bagi generasi mendatang," katanya.

Ia mengungkapkan, perusahaan menargetkan jumlah pohon yang ditanam akan terus bertambah hingga mencapai 1.000 pohon dalam program lanjutan yang akan dilaksanakan di sejumlah wilayah lain di Kota Semarang.

“Kami tidak ingin hanya menanam lalu selesai. Bulan depan kami akan kembali melakukan monitoring dan memberikan dukungan yang dibutuhkan agar pohon-pohon ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Managing Director South Asia A&E Angelo Leanage menyebut program lingkungan seperti penanaman pohon ini telah dijalankan di berbagai negara Asia selama bertahun tahun. "Tahun ini kami telah menggelar banyak kegiatan penanaman pohon di Asia Selatan dan Asia Timur. Indonesia menjadi salah satu negara yang turut menjalankan program itu," ucapnya

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Konservasi Lingkungan Hidup DLH Kota Semarang, Priyatna menuturkan sebelumnya DLH telah melakukan survei ke beberapa titik penghijauan. Namun sejumlah lokasi dinilai kurang memungkinkan untuk program penanaman pohon karena faktor kondisi lahan..

“Setelah melakukan survei, kami melihat kawasan ini masih membutuhkan penghijauan karena banyak tanaman yang mati dan terdapat sejumlah lahan yang perlu ditanami kembali. Karena itu lokasi ini dipilih sebagai titik awal program,” ujarnya.

Berbagai jenis tanaman buah seperti mangga dan alpukat dipilih berdasarkan rekomendasi pihaknya agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....