Tenaga Kebersihan Kampung Ciptakan Alat Pengubah Sampah Botol Jadi Uang
- 19 Jun 2026 16:45 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Recoin ( Recycle to coin )
- Ben Swarna Sugi
- Kampung Dukuh, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang, Kota Magelang
- ATM Sampah
RRI.CO.ID, Kota Magelang - Ben Swarna Sugi, tenaga kebersihan di Kampung Dukuh, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang berhasil menciptakan alat untuk menggubah sampah botol plastik jadi koin ( uang). Alat sederhana dengan memanfaatkan sensor gerak dan memanfaatkan teknologi ATM sampah, untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan dan berdampak sosial.
“Dengan menggunakan mesin pintar untuk mengumpulkan dan memilah sampah botol plastik. Dari hasil pemilahan ini, masyarakat bisa menabung atau menjula botol plastik secara satuan dan mendapatkan imbalan poin atau uang elektronik,” kata Ben Swarna Sugi, Jumat, 19 Juni 2026.
Ben Swarna mengatakan, pembuatan alat yang dinamakan Recoin ( Recycle to coin ) tersebut, terilhami banyaknya sampah botol bekas air mineral yang dibuang di tong-tong sampah milik warga Kampung Dukuh. Selain itu, banyak warga setempat yang menimbun botoil bekas air mineral di rumah sebelum dijual kembali.
Dengan banyaknya sampah botol bekas air mineral yang terkumpul, dengan kemampuannya di bidang elektronika dan teknologi. Dirinya membuat prorotype ATM Sampah tersebut. Alat sederhana pemilah botol plastik tersebut selama tiga bulan terakhir, telah diujicoba di Kampung Dukuh, Kelurahan Magelang , Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang dan masyarakat setempat antusias memilah sampah botol plastik dan mendapatkan imbalan sebesar Rp 50 per botol.
“Bagi saya, tidak sekedar memberikan uang sebesar Rp 50 per botol bagi yang mengumpulkan. Melainkan, menanamkan kesadaran untuk memilah sampah plastik dengan sampah lainnya,”katanya.
Menurutnya, meskipun alat tersebut masih berupa prototype, tetapi sudah mendapat sambutan yang positif dari berbagai daerah di Indonesia untuk bisa mendapatkan alat tersebut. Masyarakat yang hendak mengadopsi perangkat tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti dari Sumbawa Nusa Tenggara Timur dan juga dari Kalimantan.
Ben menambahkan, selain bisa ditukar dengan uang sebesar Rp 50 per botol, hasil dari pemilahan sampah tersebut dalam jumlah tertentu bisa ditransfer ke aplikasi dompet digital. Selain itu, juga bisa ditukar untuk membeli makanan secara non tunai di warung-warung lokal yang telah terkoneksi dengan aplikasi Recoin tersebut.
“Saya saat ini sedang mengembangkanm, dari hasil penjualan sampah botol plastik ini melalui ATM Sampah ini, bisa untuk membayar sekolah. Sehingga, juga bisa meringankan beban para orangtua,”katanya.
Wali Kota Magelang,Damar Prasetyono mengapresiasi inovasi yang dilakukan Ben Swarna Sugi yang menciptakan alat pemilah sampah botol plastik yang mempunyai nila ekonomis. Yakni, bisa mendapatkan uang bagi yang menyetor sampah botol plastik.
ÄTM Sampah ini merupakan salah satu langkah inovasi untuk memilah dan mengelola sampah khususnya sampah plastik. Inovasi ini bernilai ekonomis, tidak hanya membuang sampah yang bisa mencemari lingkungan, tetapi dipilah dengan baik bisa menghasilkan uang,”kata Damar.
Ia menambahkan, inovasi ATM Sampah tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan para pelaku UMKM yang ada di Kota Magelang. Selain itu, di Kota Magelang masing-masing RW telah memiliki Bank Sampah. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....