Pengajian Akbar, Lapas Semarang Perkuat Spiritual Warga Binaan
- 18 Jun 2026 16:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Untuk memperingati Tahun Baru Islam 01 Muharram 1448 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggelar Pengajian Akbar di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Semarang, Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti ratusan warga binaan muslim dari berbagai blok hunian serta jajaran petugas pendamping.
Suasana khidmat telah terasa sejak awal kegiatan yang turut dimeriahkan penampilan Tim Hadroh Al-Badas Lapas Kelas I Semarang. Lantunan shalawat yang dibawakan para warga binaan menghadirkan nuansa religius dan menambah semangat kebersamaan dalam menyambut datangnya tahun baru Islam.
Pengajian dipimpin oleh Ust. KH. Duri Azhari dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, beserta jajaran pejabat struktural. Dalam tausiyahnya, KH. Duri Azhari menyampaikan pesan tentang pentingnya memanfaatkan momentum 1 Muharram sebagai sarana introspeksi dan memperbaiki diri.
Dalam ceramahnya, KH. Duri Azhari mengulas lima amalan yang dapat menjadi penghapus dosa. Kelimanya yaitu taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT, menjaga pelaksanaan salat lima waktu, menjalankan puasa Ramadan dengan penuh keimanan, memperbanyak perbuatan baik dan sedekah, serta memperbanyak dzikir melalui kalimat-kalimat thayyibah seperti istighfar, tasbih, dan tahmid.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam proses pemasyarakatan karena perubahan yang berkelanjutan harus dimulai dari perubahan pola pikir dan hati setiap individu. “Momentum Tahun Baru Islam ini menjadi pengingat bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri," katanya.
"Melalui kegiatan pengajian seperti ini, kami ingin menghadirkan ruang pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan. Akan tetapi juga menyentuh pembentukan karakter, penguatan nilai keimanan, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Ahmad Tohari.
Ia menambahkan, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih siap kembali dan diterima di tengah masyarakat. Menutup kegiatan, Ahmad Tohari berharap semangat Tahun Baru Islam dapat menjadi titik awal perubahan positif bagi seluruh warga binaan.
“Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh dari pengajian ini tidak berhenti di dalam kegiatan seremonial saja, tetapi benar-benar menjadi bekal untuk memperkuat keimanan, memperbaiki perilaku, dan membangun optimisme dalam menjalani proses pembinaan. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat nanti, warga binaan dapat hadir sebagai pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan memiliki semangat untuk memulai kehidupan baru,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....