Jateng Pertahankan Insentif Kendaraan Listrik, PKB dan BBNKB Tetap Nol Rupiah

  • 18 Jun 2026 10:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap memberikan insentif penuh bagi pemilik kendaraan listrik berbasis baterai dengan membebaskan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kebijakan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa hingga saat ini pembebasan PKB dan BBNKB kendaraan listrik masih berlaku. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri Grand Opening Dealer Resmi BYD Haka Auto Cabang Semarang, Rabu 17 Juni 2026.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik. “Kita masih menerapkan bebas BBNKB dan PKB kendaraan listrik,” kata Sumarno.

Kebijakan itu telah dituangkan dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Nomor 100.3.3.1/161 Tahun 2026 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Regulasi tersebut ditetapkan pada 29 Mei 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan transportasi rendah emisi.

Menurut Sumarno, kendaraan listrik tidak hanya menawarkan efisiensi energi yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah terus memberikan stimulus agar penggunaan kendaraan listrik semakin meningkat di Jawa Tengah.

Dukungan kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat pertumbuhan pasar kendaraan listrik di daerah. Sejumlah pelaku industri otomotif pun mulai memperluas investasi dan jaringan layanan di Jawa Tengah.

Sementara, Presiden Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa. "Kami percaya bahwa provinsi ini juga dapat menjadi penggerak penting pengembangan kendaraan listrik di tahun-tahun mendatang," katanya.

Ia menilai percepatan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, penyedia infrastruktur, dan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, transformasi menuju mobilitas berkelanjutan diyakini dapat berjalan lebih cepat.

BYD, lanjutnya, siap mendukung pengembangan kendaraan listrik melalui investasi, teknologi, dan perluasan layanan kepada konsumen. Kehadiran dealer baru di Semarang menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pengguna kendaraan listrik di Jawa Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....