Dari Warung hingga Industri, Sensus Ekonomi 2026 Mulai Sisir Kabupaten Pekalongan
- 15 Jun 2026 16:48 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Sensus Ekonomi 2026
RRI.CO.ID, Pekalongan – Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pekalongan mulai dilaksanakan dengan menyasar berbagai aktivitas usaha, mulai dari warung kecil hingga sektor industri. Sebanyak 903 petugas pencacah lapangan diterjunkan untuk memetakan kondisi perekonomian secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan, petugas sensus tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menggali data secara mendalam. Menurutnya, kualitas data yang diperoleh akan menentukan ketepatan kebijakan ekonomi di masa mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan Sukirman saat memimpin Apel Siaga dan Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Senin, 15 Juni 2026. Ia mengingatkan agar setiap petugas memastikan informasi yang diperoleh berasal dari responden yang jujur, terbuka, dan transparan.
“Petugas sensus harus betul-betul detail. Jangan asal mengisi form saja, tetapi betul-betul menyelami data-data tersebut secara akurat. Kita perhatikan betul apakah memang sumber atau responden yang kita datangi itu betul-betul jujur, terbuka, dan transparan,” ucapnya.
Sukirman menilai, data hasil sensus ekonomi memiliki posisi strategis karena akan menjadi pijakan dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Data yang tidak akurat dikhawatirkan dapat melahirkan program yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Data ini menjadi penting untuk pijakan pembangunan ke depan. Menyusun langkah-langkah kebijakan pembangunan berdasarkan data di lapangan yang solid, valid, terbuka, dan update dengan situasi terkini,” ujarnya.
Apel siaga yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Para petugas yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan resmi dinyatakan siap turun ke lapangan untuk mendata berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ikrar petugas sensus sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab. Acara dilanjutkan dengan pemasangan rompi petugas Sensus Ekonomi 2026, penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, serta penandatanganan piagam komitmen bersama.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan Maibu Barwis Sugiharto mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. “Dengan kegiatan ini, pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, memiliki data yang valid, data yang akurat, data yang berkualitas untuk kebijakan pembangunan ekonomi ke depan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama BPS mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya. Partisipasi tersebut dinilai menjadi kunci tersedianya basis data ekonomi yang kuat sebagai fondasi pembangunan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....