Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe di Kudus Perkecil Ukuran Produk

  • 15 Jun 2026 08:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus – Kenaikan harga kedelai impor mulai dirasakan para pengrajin tempe di Kudus. Untuk mempertahankan harga jual, sejumlah pengrajin memilih memperkecil ukuran produk dibanding menaikkan harga kepada konsumen.

Salah satu pengrajin tempe asal Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, Suntono (54), mengaku harga kedelai impor terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Sebelum konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran memanas, harga kedelai masih berada di kisaran Rp9.500 per kilogram.

Namun, setelah konflik tersebut terjadi, harga kedelai impor mulai naik menjadi Rp10.000 per kilogram. Hingga kini, harga kedelai telah mencapai Rp10.900 per kilogram.

"Sampai saat ini saya tidak menaikkan harga untuk tempe yang saya buat ini mas. Masih bertahan di harga yang sama. Namun, untuk irisan memang saya perkecil," tutur Suntono, Senin, 15 Juni 2026.

Suntono mengatakan, kenaikan harga bahan baku membuatnya harus menyesuaikan jumlah produksi dengan permintaan pasar. Jika sebelumnya ia menghabiskan 1,5 kuintal kedelai per hari, kini hanya menggunakan sekitar 1 kuintal.

"Dulu per hari menghabiskan kedelai 1,5 kuintal, sekarang hanya 1 kuintal kedelai untuk 60 lonjor tempe. Ukuran lonjoran itu panjangnya beragam mulai 1,5 meter sampai 2,5 meter," ujarnya.

Menurut Suntono, langkah memperkecil ukuran tempe dilakukan agar pelanggan tetap dapat membeli dengan harga yang sama. Ia berharap harga kedelai tidak terus mengalami kenaikan agar usaha kecil seperti miliknya tetap bertahan.

Sementara itu, pedagang tahu keliling asal Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Asikin (65), mengaku harga tahu yang dijualnya masih belum mengalami kenaikan. Meski demikian, ia mendapat informasi bahwa para produsen tahu berencana menyesuaikan harga dalam waktu dekat.

"Saya ngambil tahu dari Desa Ploso, Mas. Dari keterangan pemilik usaha tahu itu, harga bahan baku tahu yakni kedelai sudah naik, nanti dengan pengusaha lainnya akan bersama-sama menaikkan harga tahu," ujar Asikin.

Asikin mengatakan, apabila harga beli dari produsen mengalami kenaikan, dirinya juga akan menyesuaikan harga jual kepada konsumen. Meski jumlah tahu yang dijual secara keliling tidak banyak, kenaikan harga tetap akan berpengaruh terhadap usahanya. (RK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....