Harga Pertamax Naik, Waktu Ojol Terkuras di Antrean Panjang Pertalite

  • 15 Jun 2026 00:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang kini menembus angka Rp16.000 per liter memberikan pukulan berat bagi perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Kondisi ini secara langsung berdampak pada sektor pekerja harian lepas, khususnya pengemudi ojek daring atau ojek online(ojol) yang mobilitasnya sangat bergantung pada bahan bakar.

Melonjaknya harga BBM non-subsidi ini memicu fenomena migrasi massal konsumen yang beralih ke jenis Pertalite. Akibatnya, pemandangan antrean kendaraan yang mengular panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi hal yang tak terhindarkan setiap harinya.

Salah seorang pengemudi ojol, Ilham Ade Setiawan mengungkapkan keluh kesahnya secara langsung terkait lonjakan harga energi saat ini. Membengkaknya biaya operasional harian membuat pemenuhan kebutuhan keluarga menjadi semakin sulit di tengah target pendapatan yang tidak menentu.

"Keadaan BBM saat ini karena Pertamax naik jadi 16.000 ya, saya sendiri cukup kesusahan sih," ungkap Ilham di sela-sela aktivitasnya, Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menuturkan, keputusan untuk ikut mengantre Pertalite kini sangat bergantung pada kelonggaran waktu yang dimilikinya saat bekerja.

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan, keterbatasan pilihan bahan bakar yang terjangkau secara otomatis menghambat mobilitas seluruh pekerja harian. Tingginya angka peralihan masyarakat ke Pertalite membuat persaingan untuk sekadar mengisi tangki kendaraan menjadi semakin ketat dan melelahkan.

Menyikapi polemik ketahanan energi ini, masyarakat kecil mendesak pemerintah agar segera mengevaluasi dan menata ulang prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketersediaan energi domestik dengan harga yang terjangkau dinilai sebagai urusan mendesak karena menyangkut langsung stabilitas kelangsungan ekonomi rakyat kecil.

Ia meminta agar pemerintah berani menunda alokasi dana di program yang kurang mendesak untuk difokuskan kembali pada stabilitas harga BBM. "Ini kenaikan BBM Pertamax kan karena pengelolaan APBN itu difokuskan di sektor lain seperti MBG, tolonglah pemerintah karena ini kan sudah urgent," ujar Ilham menaruh harap.(eka)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....