Polda Jateng Bedah Rumah Milik Pengemudi Ojol Korban Kebakaran

  • 12 Jun 2026 14:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Senyum haru tak henti-hentinya menghiasi wajah Margono dan istrinya, Reni, saat kembali memasuki rumah mereka di kawasan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat 12 Juni 2026. Setelah lebih dari sebulan hidup berpindah dan menumpang di rumah kerabat akibat musibah kebakaran, keluarga kecil itu akhirnya bisa kembali menempati rumah yang kini berdiri lebih kokoh dan nyaman.

Momen penuh syukur tersebut menjadi bagian dari program bedah rumah yang difasilitasi Polda Jawa Tengah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Peresmian rumah hasil renovasi dilakukan oleh Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto, yang secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada Margono dan keluarganya.

Musibah yang menimpa Margono terjadi pada Kamis dini hari, 7 Mei 2026. Rumah yang menjadi tempat tinggalnya bersama keluarga hangus terbakar akibat dugaan korsleting listrik.

Sejak saat itu, Margono yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online bersama sang istri yang berjualan es terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara. Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan sesama pengemudi ojek online berinisiatif menggalang bantuan.

Upaya itu kemudian mendapat dukungan dan fasilitasi dari Ditreskrimsus Polda Jateng, pemerintah daerah, warga sekitar, serta sejumlah pihak lainnya hingga akhirnya terlaksana program bedah rumah. Dalam waktu sekitar dua minggu, rumah yang sebelumnya rusak berat berhasil direnovasi menjadi hunian yang lebih aman dan layak.

Kini rumah seluas sekitar 80 meter persegi itu memiliki tiga kamar tidur, dua kamar mandi, ruang keluarga, serta lantai berkeramik. Hal ini membuatnya lebih nyaman untuk ditempati.

"Alhamdulillah hari ini rumah saudara kita Mas Margono sudah selesai direnovasi dan dapat kembali ditempati. Ini merupakan hasil gotong royong banyak pihak yang tergerak untuk membantu. Semoga rumah ini membawa keberkahan dan memberikan semangat baru bagi keluarga penerima," kata Kombes Pol Djoko Julianto.

Bagi Margono, bantuan tersebut bukan sekadar renovasi bangunan, melainkan harapan baru setelah melewati masa-masa sulit pascakebakaran."Alhamdulillah kami sangat senang dan terharu," ucapnya.

"Setelah kebakaran, kami harus tinggal di rumah saudara, sekarang rumah kami sudah kembali dan kondisinya bahkan lebih baik dari sebelumnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Tengah dan semua pihak yang telah membantu," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Apresiasi juga disampaikan Camat Candisari, Cipto Nugroho. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata kepedulian dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang sedang mengalami musibah.

"Atas nama Pemerintah Kecamatan Candisari dan Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jateng yang telah memfasilitasi bedah rumah ini. Berkat sinergi antara kepolisian, pemerintah, komunitas, dan masyarakat, rumah ini dapat kembali dihuni oleh pemiliknya," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa program bedah rumah menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan lewat aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Program bedah rumah ini mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian, dan kolaborasi untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan. Kami berharap kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat," ujar Artanto.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Terutama dengan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman dan terawat guna mencegah terjadinya musibah serupa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....