Halo RRI: Harga Pertamax Naik, Warga Terpaksa Beralih ke BBM Subsidi
- 10 Jun 2026 10:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Salah satu warga Semarang, Zikan mengaku merasa terbebani dengan kenaikan tersebut sehingga lebih memilih beralih mengunakan BBM subsidi.
"Baru tau kan Pertamax naik tadi malam, tadi pagi saya terpaksa beralih ke Pertalite karena kalau dihitung -hitung lumayan Pertalite masih Rp10 ribu. Karena kalau dihitung-hitung pengeluarannya membengkak Rp16 ribu kali, tiap kali isi 5 liter full tank lebih dari Rp60 ribu, kalau Pertalite Rp40 ribu sudah penuh," ujarnya kepada Halo RRI, Rabu, 10 Juni 2026.
Sebelumnya, ia mengaku lebih memilih Pertamax karena kandungan RON-nya dan lebih ramah pada kendaraan. "Secara tarikan motor beda, kalau pertamax beda, lebih enteng sebenernya, tapi kalau pakai Pertalite ya biasa aja sih," ujarnya.
Ke depan, ia menyarankan agar disparitas harga antara Pertalite dan Pertamax tidak mencolok agar tidak banyak masyarakat yang beralih ke Pertalite. " Tapi kalau bisa ya jangan naik semuanya, skala prioritaslah, buat MBG bisa, masa buat BBM enggak," ujarnya.
Tanggapan berbeda disampaikan oleh warga Ngaliyan, Nugraha. Meski merasa berat, ia menilai penyesuaian harga merupakan hal yang sulit dihindari karena tren kenaikan harga energi terjadi di berbagai negara.
Menurut Nugraha, mempertahankan harga BBM terlalu murah juga berpotensi membebani keuangan negara. Oleh karena itu, ia memilih memandang kenaikan harga tersebut sebagai langkah yang masih dapat dimaklumi meski berdampak pada pengeluaran masyarakat.
“Memang berat, apalagi untuk kendaraan yang harus memakai Pertamax. Akan tetapi, menurut saya kenaikan ini bisa dipahami karena harga energi di seluruh dunia juga mengalami kenaikan,” ujarnya.
Menyikapi kondisi ini, Nugraha mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih hemat. Ia juga berencana memasang panel surya untuk mengurangi biaya energi dalam jangka panjang.
Keluhan lainnya juga disampaikan Sofi, pengguna Pertalite yang mengaku juga terdampak kenaikan Pertamax. Sebab, baru- baru ini ia mengaku sering kesulitan mendapatkan BBM subsidi di sejumlah SPBU, hingga terpaksa membeli Pertamax meski harganya jauh lebih tinggi.
"Yang Pertalite juga sekarang 'kan sering kosong di SPBU. Jadi ya sama saja, mau ga mau beli yang Pertamax," ujarnya.
Menurut Sofi, kenaikan harga Pertamax terasa semakin berat karena terjadi bersamaan dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Kondisi itu membuat masyarakat harus mengalokasikan pengeluaran lebih besar untuk kebutuhan sehari-hari maupun transportasi.
Menanggapi hal itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan penyesuaian harga yang berlaku saat ini terjadi pada sebagian kecil produk yang dikonsumsi masyarakat. Sebab, mayoritas konsumsi BBM masyarakat hingga bulan Juni 2026, di wilayah Jawa Bagian Tengah masih didominasi oleh produk subsidi dan penugasan yang tidak mengalami perubahan harga.
“Pada segmen gasoline, konsumsi Pertalite mencapai 73,3% dan Pertamax 25,9%, sementara Pertamax Turbo dan Pertamax Green secara total hanya sekitar 0,9%. Sedangkan pada segmen gasoil, konsumsi Biosolar mencapai 96,6%, sementara Dexlite dan Pertamina Dex secara total hanya sekitar 3,4%,” katanya.
Dengan komposisi tersebut, produk-produk yang mengalami penyesuaian harga, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, hanya mencakup sekitar 1,7% dari total konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Tengah. Sementara, lebih dari 98% konsumsi BBM masyarakat berasal dari produk yang tidak mengalami penyesuaian harga, sehingga dampaknya terhadap masyarakat secara luas relatif sangat terbatas.
“Pertamina sebagai operator menjalankan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sesuai ketentuan pemerintah dan mekanisme yang berlaku. Dengan tetap memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi seluruh masyarakat,” ucap Taufiq.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....