UPT BPOM Segera Hadir di Purworejo, Pengawasan Obat dan Makanan Diperkuat

  • 10 Jun 2026 09:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Kehadiran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Purworejo selangkah lebih dekat. Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama BPOM RI menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah percepatan pembentukan UPT BPOM guna memperkuat pengawasan obat dan makanan di daerah tersebut.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH, bersama Sekretaris Utama BPOM RI, Brigjen Pol Dr Jayadi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala BPOM RI, Prof dr Taruna Ikrar M Biomed PhD, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Penandatanganan berlangsung bersamaan dengan peluncuran Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang digelar BPOM RI. Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan, dan memperkuat perlindungan masyarakat dari produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan olahan yang tidak memenuhi standar keamanan.

Purworejo dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar di sektor perdagangan, industri rumah tangga pangan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta distribusi produk obat dan makanan. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pembinaan dan pengawasan yang lebih terpadu, berkelanjutan, dan mudah dijangkau masyarakat.

Melalui pembentukan UPT BPOM, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap kualitas pelayanan publik di bidang pengawasan obat dan makanan dapat semakin meningkat. Selain itu, keberadaan UPT BPOM juga diharapkan mampu mendukung peningkatan daya saing produk lokal melalui pendampingan yang lebih intensif.

Pemkab Purworejo menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh proses pembentukan kantor UPT BPOM. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Kabupaten Purworejo juga terpilih sebagai salah satu dari lima daerah di Jawa Tengah yang menjadi pilot project Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman). Empat daerah lainnya yang terpilih, yakni Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Pati, Kota Surakarta, dan Kota Semarang.

Melalui Program Idaman, BPOM RI berupaya menjaga citra dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya bangsa sekaligus produk kesehatan tradisional yang aman dikonsumsi. Program tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih dan mengonsumsi jamu yang telah memenuhi standar keamanan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Dengan adanya UPT BPOM di Purworejo, pengawasan terhadap produk obat dan makanan diharapkan menjadi lebih efektif. Hal ini sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menggunakan berbagai produk yang beredar di pasaran. (Ags)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....