Hadapi Banjir Informasi Digital, Literasi Jadi Benteng Generasi Masa Depan

  • 09 Jun 2026 19:11 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Arus informasi yang semakin deras di era digital menuntut masyarakat memiliki kemampuan literasi yang kuat agar tidak mudah terjebak hoaks, disinformasi, maupun pengaruh negatif teknologi. Karena itu, penguatan gerakan literasi dinilai menjadi kunci untuk mencetak generasi yang kritis, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Hal tersebut disampaikan Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menghadiri kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan bertajuk “Digital Cerdas-Gemar Membaca”. Kegiatan itu digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Senin 8 Juni 2026.

Menurut Nawal, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan memahami informasi. Lebih dari itu, literasi menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Ia menegaskan, peningkatan literasi harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus meningkatkan kualitas kehidupannya.

"Penguatan literasi digital menjadi salah satu program prioritas di Dinas Arpus. Kami meminta komitmen bersama untuk meningkatkan literasi di Jawa Tengah," ujarnya.

Untuk memperluas dampak gerakan tersebut, pihaknya mendorong penguatan peran Bunda Literasi di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Keberadaan mereka dinilai strategis karena mampu menjangkau berbagai komunitas dan membangun ekosistem literasi hingga tingkat akar rumput.

Menurut Nawal, Bunda Literasi tidak hanya berperan sebagai penggerak kegiatan membaca. Mereka juga menjadi edukator, kolaborator, sekaligus motivator yang mampu menumbuhkan budaya belajar di tengah masyarakat.

Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, gerakan literasi kini diintegrasikan dengan berbagai program Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD. Langkah ini dilakukan agar literasi tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari gerakan pembangunan sumber daya manusia secara menyeluruh.

Nawal menekankan, keberhasilan literasi tidak boleh hanya diukur dari penghargaan maupun capaian administratif semata. Literasi harus tumbuh sebagai kebutuhan dan kesadaran masyarakat untuk terus belajar serta berbagi pengetahuan.

Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan salah satu sumber kemuliaan manusia yang dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan. Karena itu, semangat berbagi ilmu harus menjadi ruh dari setiap gerakan literasi yang dijalankan.

Ia menambahkan, keberhasilan program literasi juga tercermin dari kemampuan masyarakat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan yang dimiliki kemudian dapat diteruskan kepada orang lain sehingga manfaatnya semakin luas.

"Gerakan literasi adalah tanggung jawab hati nurani kita. Bagaimana kita bisa berbagi untuk memberikan perubahan kepada generasi-generasi kita di masa depan," tegas Nawal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....