Hingga Mei 2026, Disdalduk KB Catat 29 Pria Ikuti Program Vasektomi

  • 09 Jun 2026 18:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Semarang mencatat ada 29 pria di Kota Semarang mengikuti program Keluarga Berencana (KB) metode vasektomi selama periode Januari hingga Mei 2026. Kepala Disdalduk KB Kota Semarang Lilik Faridah mengatakan jumlah itu berpotensi bertambah, pasalnya hingga saat ini masih ada masyarakat yang mendaftar maupun berkonsultasi terkait layanan vasektomi.

"Jumlahnya masih berjalan. Dari Januari sampai Mei 2026 tercatat 29 orang yang menjalani vasektomi. Sementara itu, sepanjang 2025 ada sebanyak 95 orang," katanya, Selasa 9 Juni 2026.

Lilik mengungkapkan, capaian tersebut menunjukkan perlunya peningkatan promosi dan sosialisasi agar lebih banyak masyarakat memahami manfaat vasektomi sebagai salah satu metode kontrasepsi bagi pria. Adapun peserta vasektomi merupakan pasangan usia subur yang telah memiliki anak dan tidak berencana menambah keturunan.

Umumnya, peserta telah memiliki lebih dari dua anak atau merasa cukup dengan dua anak. "Yang penting pasangan usia subur, artinya istrinya masih usia subur dan suaminya juga," ucapnya.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat, peserta vasektomi juga mendapatkan insentif sebesar Rp 1 juta. Layanan tindakan dilakukan oleh dokter spesialis urologi di rumah sakit yang bekerja sama dengan Disdalduk KB Kota Semarang.

"Rewardnya uang Rp 1.000.000, kemudian pelayanannya di rumah sakit dengan dokter spesialis urologi yang bekerja sama dengan kami," ujarnya.

Menurutnya, alasan utama pria memilih vasektomi yakni untuk berbagi tanggung jawab dalam program KB dengan pasangan. Metode itu dapat membantu mengurangi beban istri yang selama ini menjalani proses kehamilan, persalinan, hingga menyusui.

"Justru alasan ikut vasektomi adalah mengurangi beban istri. Selama ini istri yang mengandung, melahirkan, dan menyusui. Jadi meringankan beban supaya tidak semuanya jatuh ke istrinya," katanya.

Sementara itu, bagi pria yang ingin mengikuti program ini harus menyiapkan persyaratan administrasi antara lain memiliki buku nikah, kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu keluarga (KK). Tak hanya itu, calon peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining di rumah sakit sebelum tindakan dilakukan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....