SPMB Berakhir, SD Negeri Cacaban I Baru Terima Dua Murid
- 09 Jun 2026 13:09 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang
RRI. CO.ID, Kota Magelang- Sebanyak 12 dari 59 sekolah dasar (SD) negeri di Kota Magelang mengalami kekurangan siswa baru dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Hingga akhir SPMB Kota Magelang yang berakhir pada 4 Juni 2026, 12 SD tersebut mendapatkan kurang dari 15 murid baru.
“Idealnya dalam satu rombongan belajar(rombel) tingkat SD, diisi 28 anak. Di 12 SD negeri di Kota Magelang tersebut, jumlah siswa barunya kurang dari 15 anak bahkan ada yang baru menerima dua orang murid,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, Rabu, 9 Juni 2026.
Nurwiyono mengatakan, sejumlah faktor menjadi penyebab terjadinya kekurangan murid baru di 12 SD negeri tersebut. Orang tua siswa lebih suka mendaftarkan anaknya di sekolah swasta karena layanannya lebih bagus, dan faktor keberhasilan program keluarga berencana.
Dengan adanya beberapa faktor penyebab kekurangan siswa baru tersebut, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan belajar dan mengajar di tingkat SD negeri yang ada di Kota Magelang. Selain itu, pihaknya juga meminta agar masing-masing sekolah gencar melakukan promosi melalui berbagai macam cara.
“Kami juga meminta agar masing-masing sekolah dasar di Kota Magelang untuk gencar melakukan promosi penerimaan murid baru dengan berbagai macam cara. Pembuatan fliyer dan jemput bola ke masyarakat luas," kata Nurwiyono.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan memanggil kepala sekolah yang mengalami kekurangan murid baru untuk memetakan persoalan yang lebih terperinci. Sementara, re-gruping atau penggabungan sekolah yang mengalami kekurangan murid baru menjadi bahan kajian yang akan diajukan ke Wali Kota Magelang.
Penggabungan sekolah tersebut bisa dilakukan dengan berbagai model. Mulai dari dua sekolah menjadi satu manajemen dengan satu kepala sekolah hingga peleburan penuh menjadi satu kesatuan baru, tetapi tenaga pendidik tetap dipertahankan dan dioptimalkan.
Ditemui terpisah, Poniyati, guru di SD Negeri Cacaban 1 Kota Magelang mengatakan, kekurangan murid baru di SD Cacaban 1 Kota Magelang sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Hingga akhir masa pendaftaran murid baru pada 4 Juni kemarin, di SD Cacaban I baru dua anak yang mendaftarkan diri.
“Dua tahun sebelumnya, kami menerima 13 murid baru. Tahun ini hingga sekarang baru dua anak masuk sistem dan satu lainnya belum bisa masuk sistem,” kata Poniyati.
Menurutnya, penyebab kekurangan murid baru di SD Negeri Cacaban I tersebut disebabkan penggunaan sistem zonasi yang diberlakukan untuk SPMB. Sebelum diberlakukan zonasi tersebut, SD Cacaban I pernah mengalami kelebihan siswa, karena adanya murid-murid berasal dari wilayah Kabupaten Magelang. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....