LPG 3 Kg Sulit Dicari, Pemkab Rembang dan Pertamina Gelar Operasi Pasar
- 08 Jun 2026 15:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bersama Pertamina menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram di Kecamatan Rembang, Senin, 8 Juni 2026. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan LPG bersubsidi yang dalam beberapa waktu terakhir sulit ditemukan dan harganya di tingkat pengecer cenderung meningkat.
Operasi pasar yang digelar di sejumlah titik tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga rela mengantre untuk memperoleh LPG 3 kg dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu per tabung.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, mengatakan meningkatnya kebutuhan LPG 3 kg dipicu banyaknya kegiatan masyarakat. Di antaranya hajatan dan tradisi sedekah bumi yang berlangsung dalam waktu bersamaan.
“Permintaan LPG meningkat karena banyak warga yang menggelar hajatan maupun kegiatan sedekah desa. Kebutuhan memasak menjadi lebih besar dari biasanya sehingga konsumsi LPG 3 kg ikut naik,” jelas Mahfudz saat meninjau operasi pasar.
Berdasarkan pemantauan Dindagkop UKM, Kecamatan Rembang menjadi salah satu wilayah dengan tingkat permintaan LPG 3 kg yang cukup tinggi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Rembang. Untuk menjaga ketepatan sasaran, pembelian LPG dalam operasi pasar dibatasi satu tabung untuk setiap warga.
Pembeli juga diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan tabung LPG 3 kg kosong. "Satu KTP hanya untuk satu tabung LPG 3 kg dengan harga sesuai HET, yakni Rp18 ribu,” ujarnya.
Mahfudz menegaskan operasi pasar tersebut tidak mengurangi kuota reguler LPG 3 kg yang telah dialokasikan untuk Kabupaten Rembang. Kegiatan ini merupakan tambahan pasokan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat.
Pemkab Rembang berharap melalui operasi pasar tersebut kebutuhan LPG 3 kg masyarakat dapat terpenuhi. Selain itu, juga menjaga stabilitas distribusi dan harga LPG bersubsidi di pasaran.
Salah seorang pedagang Pasar Rembang, Sri Endang Wati, mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Menurutnya, beberapa hari terakhir LPG 3 kg sulit diperoleh dan jika tersedia harganya jauh lebih mahal.
“Ini sangat membantu. Di masyarakat sekarang LPG 3 kg susah dicari, kalaupun ada, harganya mahal. Dengan operasi pasar ini kami bisa membeli sesuai harga yang ditentukan pemerintah,” kata Sri Endang. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....