Tim Pemugar Candi Losari Temukan 2 Arca Dewa Surya dan Peripih Berisi Logam Emas
- 07 Jun 2026 08:05 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X.
- Candi Losari
- arca Dewa Surya
- Peripih Berisi Logam Emas
RRI.CO. ID, Kabupaten Magelang - Tim pemugaran Candi Losari menemukan dua benda yang diduga menjadi bagian dari candi yang ada di Desa Losari, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang tersebut berupa dua blok arca dan peripih. Dua benda tersebut ditemukan saat tim melakukan pembongkaran hingga lapisan ke sembilan struktur candi tersebut.
“Dua blok arca yang ditemukan pada 21 April lalu tersebut yakni arca Dewa Surya dan peripih (wadah yang terbuat dari batu untuk acara sakral). Di dalam peripih tersebut juga ditemukan lempengan logam emas berukuran sekitar satu sentimeter persegi,” kata Juru Pugar Candi Losari, Restu Hdayat, Sabtu ( 6/6/2026).
Restu mengatakan, untuk keamanan dan penelitian lebih lanjut, barang temuan berupa dua arca Dewa Surya dan peripih berisi lempengan yang diduga emas tersebut saat ini diamankan di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. Penemuan arca tersebut melengkapi hasil ekskavasi ( penggalian) sebelumnya yang menemukan tiga arca serupa.
Menurutnya, tim pemugar memperkirakan jumlah arca Dewa Surya yang ada di dala satu kesatuan struktur Candi Losari terdapat delapanm arca. Dari delapan arca tersebut, lima arca yang telah ditemukan, sedangkan sisanya belum dapat dipastikan keberadaannya.
Ia menambahkan, pemugaran Candi Losari tersebut dilakukan secara menyeluruh hingga lapisan paling dasar, untuk memastikan kekuatan fondasis candi. Mengingat, kondisi tanah di lokasi tersebut cenderung tidak stabil bahkan pada kedalaman tanah sekitar 20 meter sudah muncul air.
“Untuk mengatasi hal itu, tim menggunakan lapisan penguat berupa isian batu dan material tambahan, temasuk semen di bagian tertentu.Itu dilakukan untuk menahan rembesan air agar fondasi bangunan candi tidak amblas,”katanya.
Terpisah, Koordinator Penanggung jawab Rekonstruksi Candi Losari Junawan mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum bisa memastikan, temuan logam kuning yang ditemukan di dalam peripih tersebut berupa lempengan emas. Karena masih diperlukan penelitian di laboratorium untuk memastikan benda tersebut berupa emas atau tidak.
“Untuk penemuan logam kuning yang diduga emas saat ini sedang didaftarkan di balai konservasi , Namun, kepastiannya ( emas atau tidaknya, red) masih diuji di laboratorium,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemugaran Candi Losari mencakup bagian kaki hingga tubuh candi dilakukan sejak Februari 2026 lalu dan ditargetkan selesai Oktober mendatang. Saat ini, tim sedang melakukan proses rekontruksi yang direncanakan berlangsung secara bertahap. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....