KEK Batang Jadi Mesin Baru Ekonomi Jateng, Siap Serap 250 Ribu Tenaga Kerja

  • 06 Jun 2026 01:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah ancaman perlambatan ekonomi dunia akibat eskalasi krisis di Timur Tengah, Jawa Tengah justru memiliki mesin pertumbuhan baru yang terus menunjukkan perkembangan pesat. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang kini diproyeksikan menjadi pusat industri strategis yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Keberadaan KEK Batang menjadi salah satu faktor penting yang menopang optimisme perekonomian Jawa Tengah di tengah ketidakpastian global. Kawasan industri terbesar di Indonesia tersebut disiapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan jaringan logistik nasional dan internasional.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya menyebut dalam tiga tahun pertama operasionalnya, KEK Batang berhasil menarik 34 investor global dengan nilai komitmen investasi mencapai Rp22 triliun. Nilai investasi tersebut ditargetkan terus meningkat hingga mencapai Rp70 triliun pada 2030.

Hingga akhir 2025, kawasan ini telah dihuni 37 pelaku usaha dari berbagai sektor industri. Realisasi investasi fisik yang tercatat mencapai Rp3,54 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 9.768 orang.

Potensi KEK Batang diperkirakan akan semakin besar seiring masuknya perusahaan-perusahaan baru dari sektor logam, alas kaki, ekosistem baterai kendaraan listrik, hingga industri makanan dan minuman. Saat ini tercatat terdapat 48 perusahaan aktif yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Mendorong peningkatan PAD Kabupaten Batang melalui PBB-P2 KEK Batang sejak tahun 2024, serta potensi PBJT tenaga listrik, pajak air tanah, dan retribusi perizinan, mampu menyerap 3.000–4.000 tenaga kerja baru per tahun, dan ditargetkan menyerap 250.000 tenaga kerja saat operasional penuh," ungkapnya.

Adapun, pengembangan KEK Batang kini terus diperkuat melalui pembangunan berbagai infrastruktur pendukung. Salah satu proyek strategis yang akan segera direalisasikan adalah pembangunan Dry Port seluas 30 hektare yang terhubung langsung dengan jalur kereta barang menuju pelabuhan.

Proyek yang melibatkan sejumlah instansi dan badan usaha itu dijadwalkan memulai pembangunan pada Juni 2026. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas awal 600 ribu TEUs dan akan memangkas biaya logistik ekspor-impor secara signifikan.

Diberitakan RRI sebelumnya, di tengah berkembangnya KEK Batang, perekonomian Jawa Tengah juga menunjukkan performa yang impresif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen secara tahunan dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa ketika dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....