Jateng Siapkan Atlet Juara Lewat Sekolah Gratis SMANKO
- 06 Jun 2026 01:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan generasi atlet masa depan melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jateng yang seluruh pembiayaannya didukung pemerintah. Sekolah berasrama ini memberikan pendidikan gratis sekaligus pembinaan olahraga secara terintegrasi bagi siswa berprestasi.
Melalui sistem pembelajaran berbasis sport teaching system, para siswa dapat mengembangkan kemampuan olahraga tanpa mengesampingkan pendidikan akademik. Pola tersebut dirancang agar atlet muda mampu berprestasi di lapangan sekaligus unggul di ruang kelas.
Salah satu siswa SMANKO, Egi, merasakan langsung manfaat sistem pembelajaran yang diterapkan sekolah tersebut. Atlet anggar asal Kota Semarang itu kini memiliki waktu yang lebih seimbang antara belajar, berlatih, dan beristirahat.
"Kalau dulu di sekolah umum, jadwal latihan mepet dengan jam sekolah. Tidak ada waktu untuk istirahat. Sekarang pulang sekolah jam 12.00, bisa istirahat, kemudian latihan lagi jam tiga sore (pukul 15.00)," ujar warga Kota Semarang itu, Jumat 5 Juni 2026.
Menurut Egi, jadwal yang terstruktur membuatnya dapat fokus meningkatkan kemampuan olahraga tanpa terganggu aktivitas sekolah. Hasilnya, dalam satu tahun terakhir ia berhasil meraih gelar juara pertama nasional cabang olahraga anggar pada ajang open competition di Bandung.
Prestasi serupa juga diraih Jenika, atlet lompat tinggi asal Kabupaten Kendal ini mengaku mendapatkan berbagai fasilitas yang sangat membantu dalam menunjang latihan dan pengembangan prestasinya. Mulai dari perlengkapan belajar, kebutuhan olahraga, konsumsi, hingga asrama diberikan secara gratis kepada siswa.
"Tahun 2025 saya meraih juara tiga nomor estafet 4x400 meter," ucapnya.
Kepala SMANKO Jateng, Sutardi, menjelaskan sekolah tersebut dikelola secara kolaboratif oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Sementara proses penjaringan siswa dilakukan melalui seleksi bakat dan prestasi olahraga yang ketat.
Ia mengatakan kurikulum yang diterapkan mengacu pada pembelajaran adaptif sesuai regulasi terbaru. Dengan sistem itu, siswa menjalani latihan pada pagi dan sore hari, sedangkan kegiatan belajar mengajar berlangsung pada siang hari.
Pola tersebut memungkinkan para atlet pelajar mengembangkan dua kompetensi sekaligus secara optimal. Sekolah tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi juga memastikan siswa memiliki bekal akademik yang kuat.
"Harapan saya, anak-anak dapat memaksimalkan potensi olahraga sekaligus mengembangkan karier akademiknya, sehingga keduanya berjalan seimbang," harap Sutardi.
Pembiayaan sekolah berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Biaya Operasional Pendidikan APBD Jawa Tengah, serta dukungan BOP afirmasi untuk sekolah olahraga. Dukungan anggaran itu memastikan seluruh siswa dapat memperoleh layanan pendidikan dan pembinaan olahraga tanpa dipungut biaya.
Saat ini, proses Seleksi Penerimaan Murid Baru sekaligus calon atlet SMANKO tahun 2026 masih berlangsung. Selain memenuhi persyaratan administrasi, peserta juga harus mengikuti tes fisik, psikologi, hingga skrining fisioterapi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan SMANKO didirikan untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda berbakat mengembangkan potensinya. Melalui sekolah tersebut, pemerintah ingin mencetak atlet berprestasi yang juga memiliki kemampuan akademik yang mumpuni.
Menurutnya, konsep sekolah berasrama menjadi solusi untuk mendukung pembinaan atlet secara maksimal. Berbagai sarana penunjang, mulai dari ruang belajar, asrama, hingga fasilitas latihan telah disiapkan untuk mendukung proses pembinaan.
“Sarana prasanara tempat latihan dan asrama sudah kita siapkan, tinggal kita gembleng mereka untuk jadi atlet masa depan,” bebernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....