Paguyuban Tionghoa Magelang Bantu Warga, 2.000 Paket Sembako Dijual Separuh Harga

  • 05 Jun 2026 16:03 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang
  • bantuan bahan kebutuhan pokok
  • bakti sosial

RRI.CO.ID, Kota Magelang – Ribuan warga kurang mampu di Kota Magelang mendapatkan bantuan bahan kebutuhan pokok dengan harga setengah dari nilai sebenarnya melalui program sosial yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Ketua PSMTI Kota Magelang, Slamet Santosa, mengatakan sebanyak 2.000 paket bahan kebutuhan pokok disiapkan untuk masyarakat di 17 kelurahan di Kota Magelang. Hal itu diungkapkannya di sela kegiatan bakti sosial di Alun-alun Kota Magelang, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan, setiap paket bernilai Rp100 ribu, namun dapat ditebus warga dengan harga Rp50 ribu. "Satu paket bahan kebutuhan pokok berisi tiga kilogram beras, satu kilogram telur, lima bungkus mi instan, teh, satu kilogram gula pasir, serta satu liter minyak goreng," kata Slamet.

Menurutnya, konsep tebus murah dipilih agar bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat konsumtif. Selain membantu meringankan beban ekonomi warga, program tersebut juga bertujuan menjaga martabat para penerima bantuan.

Slamet menjelaskan, selain program sembako tebus murah, pihaknya juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial lainnya. Di antaranya program bedah rumah, bantuan kemanusiaan, dan pemberian makan gratis bagi lansia kurang mampu yang telah berjalan secara rutin sejak tahun 2022.

Ia menyebut, sejak program sosial tersebut berjalan, pihaknya telah membantu bedah 101 rumah tidak layak huni. PSMTI Kota Magelang juga telah menyalurkan sekitar 250 paket makan gratis setiap Selasa kepada lansia kurang mampu.

"Kami ingin menjalin silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat agar Magelang semakin maju. Kota Magelang harus menjadi contoh kota yang kondusif, kota yang menjunjung pluralisme dan kota yang damai," ujarnya.

Program bantuan bahan kebutuhan pokok itu direncanakan berlangsung selama dua bulan ke depan. Sasarannya yakni masyarakat kurang mampu yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Magelang.

Salah seorang penerima manfaat, Sri Wahyuni (60), warga Kelurahan Kedungsari, mengaku terbantu dengan adanya program sembako tebus murah tersebut. Menurutnya, bantuan itu sangat meringankan beban keluarga di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

"Saya sangat senang menerima bantuan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan terjangkau. Saat ini perekonomian keluarga tidak menentu dan harga-harga kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan," katanya.

Sri menambahkan, kupon penebusan sembako diperoleh melalui Ketua RW setempat yang mendata warga yang membutuhkan bantuan. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....