Vakum Tiga Tahun, PT RME Aktif Kembangkan Bisnis CNG untuk Dongkrak PAD Rembang
- 04 Jun 2026 09:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang – PT Rembang Migas Energi (RME) mulai bangkit setelah lebih dari tiga tahun tidak menjalankan aktivitas usaha. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rembang tersebut kini mengembangkan bisnis perdagangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai langkah awal untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kebangkitan PT RME ditandai dengan peluncuran penggunaan CNG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dorokandang, Kecamatan Lasem. Langkah tersebut menjadi awal transformasi bisnis perusahaan dalam memperluas pemanfaatan energi gas di Kabupaten Rembang.
Direktur PT RME, Rizal Wijaya, mengatakan perusahaan saat ini fokus mengembangkan pasar CNG meskipun memulai usaha dengan keterbatasan modal. Menurutnya, bisnis energi gas memiliki prospek yang menjanjikan dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
Ia menargetkan sedikitnya 50 persen dari total SPPG di Kabupaten Rembang dapat menggunakan layanan CNG yang disediakan PT RME. "Jika target tersebut tercapai, Insyaallah dalam satu tahun ke depan PT RME sudah bisa memberikan deviden untuk daerah," ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Selain menyasar dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), PT RME juga menyiapkan strategi ekspansi pasar ke berbagai sektor lainnya. Perusahaan membidik industri kecil dan menengah (IKM), hotel, restoran, hingga usaha kuliner yang membutuhkan pasokan energi gas.
Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Rembang menyambut positif langkah PT RME yang kembali menjalankan usaha setelah lama vakum. Pengembangan bisnis CNG dinilai menjadi peluang bagi perusahaan daerah untuk kembali memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
"Bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat, BUMD kok nggak ngasih deviden. Lha, ini mau jualan CNG," ujar Wakil Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro'.
Pemkab Rembang berharap transformasi bisnis yang dilakukan PT RME dapat berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Sebelumnya, PT RME mengalami masa vakum setelah operasional sumur gas Krikilan (Randugunting) di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, terhenti selama bertahun-tahun. Penghentian kegiatan eksplorasi dan pengelolaan sumur gas tersebut membuat perusahaan kehilangan sumber pendapatan utama.
Kondisi itu berdampak pada menurunnya kontribusi perusahaan terhadap daerah dan membuat aktivitas usaha PT RME terhenti. Melalui bisnis perdagangan CNG, perusahaan kini berupaya membuka lembaran baru sekaligus mengembalikan perannya sebagai BUMD yang mampu menghasilkan PAD bagi Kabupaten Rembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....