Polda Jateng Pastikan Bhabinkamtibmas Sehat dan Bebas TB Paru Sebelum Jadi Tracer
- 04 Jun 2026 08:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Polda Jawa Tengah memastikan seluruh Bhabinkamtibmas yang akan bertugas sebagai Tracer Tuberkulosis (TB) berada dalam kondisi sehat dan bebas dari TB paru. Langkah tersebut dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan dan skrining TB sebagai bagian dari pelaksanaan program Polda Jateng TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis).
Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agung Hadi Widjanarko mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting sebelum para Bhabinkamtibmas diterjunkan sebagai Tracer TB. Menurutnya, kesehatan personel harus dipastikan agar program berjalan optimal.
"Kami melaksanakan skrining dan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi sehat dan tidak terpapar TB Paru. Dengan demikian mereka dapat menjalankan tugas pendampingan, edukasi, dan tracing di masyarakat secara maksimal serta tidak berisiko menjadi sumber penularan penyakit," ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Sebagai tahap awal program, Polda Jateng melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar cek kesehatan gratis dan skrining TB paru bagi seluruh Bhabinkamtibmas secara serentak di 35 klinik Polres jajaran pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap target nasional eliminasi TB pada tahun 2030.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Sie Dokkes Polres, Satuan Binmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, serta puskesmas setempat. Biddokkes Polda Jateng juga memberikan pendampingan dan asistensi dalam pelaksanaannya.
Melalui program TOSS TB, para Bhabinkamtibmas akan diberdayakan sebagai Tracer TB di wilayah binaannya masing-masing. Mereka bertugas membantu proses skrining, pelacakan kontak erat, edukasi masyarakat, pendampingan pengobatan, hingga pelaporan kasus secara terintegrasi.
Sebelum menjalankan tugas tersebut, seluruh personel diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, kadar gula darah, asam urat, kolesterol, hingga pemeriksaan jantung menggunakan elektrokardiogram (EKG).
Selain itu, skrining TB paru juga dilakukan sebagai upaya deteksi dini. Langkah ini sekaligus memastikan para personel yang terlibat tidak memiliki risiko menularkan penyakit saat menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Agung menjelaskan, Bhabinkamtibmas dipilih karena memiliki kedekatan dan intensitas interaksi yang tinggi dengan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai sangat mendukung upaya penemuan kasus dan edukasi kesehatan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Melalui program Polda Jateng TOSS TB, para Bhabinkamtibmas akan membantu menemukan kasus secara dini, melakukan tracing kontak erat, mengedukasi masyarakat tentang bahaya TB, serta mendampingi pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Bhabinkamtibmas juga akan membantu pelaporan secara terintegrasi dengan fasilitas kesehatan.
Ia menambahkan, apabila dalam proses skrining ditemukan personel yang masuk kategori suspek TB, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan tersebut meliputi rontgen dada dan Tes Cepat Molekuler (TCM) melalui fasilitas kesehatan yang ditunjuk.
Ke depan, para Bhabinkamtibmas juga akan mendapatkan pelatihan khusus untuk mendukung tugas sebagai Tracer TB. Mereka akan dibekali KIT Tracer TB, buku saku, formulir skrining, pot sputum, serta sistem pelaporan digital yang terintegrasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas.
"Prinsip yang kami kedepankan adalah deteksi dini, penanganan cepat, dan pengobatan tuntas. Karena itu kami mengusung semangat TOSS, yaitu Temukan, Obati Sampai Sembuh, sehingga rantai penularan TB dapat diputus dan masyarakat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik," tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....