Bidik Wisatawan Mancanegara, Luthfi Dorong Wisata Ramah Muslim Dibranding

  • 03 Jun 2026 00:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat branding destinasi wisata ramah muslim untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjadikan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai penggerak ekonomi Jawa Tengah pada 2027.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki banyak potensi wisata religi yang belum dipromosikan secara maksimal. Selain makam tokoh penyebar Islam, terdapat keraton, petilasan, dan situs sejarah Islam yang dapat dikemas menjadi daya tarik wisata unggulan.

"Tolong nanti di-branding," kata Luthfi saat acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 wilayah Solo Raya, di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menilai penguatan branding penting agar destinasi wisata ramah muslim di Jawa Tengah memiliki identitas yang kuat dan mudah dikenali wisatawan. Dengan promosi yang tepat, potensi kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar negeri dapat terus meningkat.

Luthfi mengatakan pengembangan wisata ramah muslim tidak hanya menyasar wisatawan domestik. Wisatawan dari negara-negara rumpun Melayu dan Timur Tengah juga menjadi pasar potensial yang perlu dibidik secara serius.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah diminta menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang sesuai kebutuhan wisatawan muslim. Konsep wisata ramah muslim, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan makanan halal, tetapi juga ketersediaan tempat ibadah, paket wisata, dan layanan pendukung lainnya.

Merespon araham Gubernur, sejumlah kepala daerah di Solo Raya menyatakan kesiapan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah. Mereka menilai sektor tersebut memiliki peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan pihaknya akan memperkuat pengembangan desa wisata, UMKM, ekonomi kreatif, industri halal, dan destinasi wisata berkelanjutan. Menurutnya, kawasan Solo Raya merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang perlu terus diperkuat melalui pembangunan yang terintegrasi.

"Boyolali siap menjadi bagian aktif dalam pengembangan kawasan ini melalui sinergi lintas wilayah dan juga lintas sektor," ujarnya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerahnya saat ini menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Tengah. "Sekarang kami sudah mulai dilirik oleh turis-turis dari mancanegara. Kekuatan kami ada di desa,” ucapnya.

Untuk memperluas daya tarik wisata, Klaten juga menyiapkan pengembangan geopark dan sport tourism. Dukungan akses transportasi yang terhubung dengan jalan tol, bandara, dan kereta api diyakini menjadi keunggulan tersendiri bagi daerah tersebut.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyebut daerahnya telah mengembangkan sepuluh destinasi wisata dan berbagai agenda pariwisata. Wonogiri juga menargetkan kunjungan wisata mencapai 438 ribu orang serta menyiapkan 30 kampung wisata baru.

"Dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi syariah, kami juga akan menetapkan pariwisata ramah muslim serta menerbitkan 8.933 produk bersertifikat halal, juru sembelih halal, dan pembiayaan syariah sebanyak Rp144 miliar," lanjutnya.

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengusulkan pembentukan Rencana Induk Pariwisata Solo Raya sebagai pedoman bersama pengembangan sektor wisata. Menurutnya, kolaborasi lintas daerah diperlukan agar potensi wisata di Solo Raya dapat dipromosikan secara lebih terintegrasi.

Kota Surakarta juga terus mengembangkan kawasan Pasar Kliwon dan spiritual tourism berbasis Masjid Zayed untuk mendukung ekonomi syariah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Solo Raya sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim di Indonesia.

Dukungan serupa datang dari Kabupaten Sukoharjo yang telah menerbitkan 22 Surat Keputusan Desa Wisata. Selain itu, daerah tersebut memiliki lebih dari 400 sanggar dan kelompok kesenian yang siap menjadi penggerak pengembangan pariwisata berbasis budaya dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....