Pameran Filateli di Semarang Hadirkan Memori Pendudukan Jepang 1942–1945
- 01 Jun 2026 12:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pameran filateli bertema pendudukan Jepang di Indonesia hadir di Kota Lama Semarang sebagai ruang refleksi sejarah bagi masyarakat. Melalui koleksi perangko, surat, dan arsip komunikasi, pengunjung diajak menelusuri jejak pendudukan Jepang di Indonesia pada periode 1942–1945.
Pameran tersebut digelar Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemerintah Kota Semarang dan dibuka melalui Orasi Publik Filateli di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang, Minggu, 31 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Dalam Cengkeraman Saudara Tua: Jejak Pendudukan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli 1942-1945".
Acara tersebut dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Keduanya menekankan pentingnya menjaga memori kolektif bangsa melalui arsip dan peninggalan sejarah.
Dalam sambutannya, Agustina mengajak masyarakat untuk tidak melupakan perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, arsip filateli menjadi salah satu media penting untuk memahami berbagai peristiwa yang pernah dialami Indonesia.
"Berdiri di sini, bersama para senior adalah upaya untuk menjaga ingatan. Untuk menolak lupa," ujar Agustina.
Ia menjelaskan, berbagai dokumen komunikasi dan perangko pada masa pendudukan Jepang memperlihatkan bagaimana penguasa militer saat itu mengontrol arus informasi masyarakat. Benda-benda tersebut kini menjadi sumber pembelajaran sejarah yang berharga, terutama bagi generasi muda.
Agustina juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi pameran dan mempelajari arsip yang ditampilkan. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga ingatan terhadap sejarahnya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memaparkan, masa pendudukan Jepang merupakan salah satu periode paling berat dalam sejarah Indonesia. Berbagai peristiwa seperti kamp interniran dan kerja paksa atau romusha menjadi bagian dari catatan sejarah yang perlu terus dikenang.
"Yang fana adalah waktu, tetapi arsip dan memori bangsa akan selalu abadi. Mari kita merawat keabadian sejarah tersebut," kata Fadli Zon.
Selain orasi publik, dalam kesempatan tersebut Wali Kota Semarang turut menandatangani Sampul Peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Pameran filateli ini terbuka untuk umum dan berlangsung di Rumah Pohan, Kota Lama Semarang selama 31 Mei hingga 7 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....