Konten Viral Tak Selalu Benar, GenPI Semarang Soroti Hoaks Influencer soal Wisata
- 01 Jun 2026 09:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Konten wisata yang viral di media sosial tidak selalu menyajikan informasi yang benar. Fenomena maraknya konten wisata yang tidak terverifikasi kini menjadi perhatian Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Semarang karena dinilai dapat memicu hoaks dan merusak citra pariwisata daerah.
Menurut GenPI Kota Semarang, sejumlah influencer masih mengutamakan konten yang menarik perhatian publik dibandingkan akurasi informasi. Akibatnya, tidak sedikit wisatawan yang memperoleh gambaran keliru mengenai destinasi wisata yang mereka kunjungi.
Senior GenPI Kota Semarang, Kuspriyatna, mengatakan influencer memiliki tanggung jawab moral karena konten yang mereka unggah dapat membentuk persepsi publik terhadap suatu destinasi wisata. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan seharusnya melalui proses verifikasi terlebih dahulu.
"GenPI Kota Semarang menyayangkan maraknya influencer yang hanya mengejar views dan engagement tanpa melakukan verifikasi data terlebih dahulu. Informasi yang tidak akurat dapat berdampak langsung terhadap citra pariwisata daerah," ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026.
Menurut Kuspriyatna, dampak dari informasi yang tidak akurat bukan sekadar kesalahan informasi biasa. Salah satu yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian antara ekspektasi wisatawan dengan kondisi nyata di lapangan akibat penggunaan foto atau video yang berlebihan dalam proses penyuntingan.
Selain itu, ulasan negatif yang tidak terverifikasi mengenai harga, pelayanan, maupun fasilitas wisata juga dapat dengan cepat menyebar dan merusak reputasi destinasi. Informasi yang keliru mengenai tarif masuk, biaya parkir, hingga akses menuju lokasi wisata dinilai dapat menurunkan kepercayaan masyarakat.
GenPI juga menyoroti munculnya konten yang mengeksploitasi unsur mistik pada sejumlah bangunan bersejarah demi menarik perhatian publik. Menurutnya, narasi semacam itu berisiko mengaburkan nilai sejarah, budaya, dan edukasi yang seharusnya menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.
"Hoaks semacam ini dapat menyebabkan penurunan minat kunjungan dalam jangka pendek. Wisatawan cenderung memilih destinasi lain yang dianggap lebih jelas dan terpercaya informasinya," kata Kuspriyatna.
Untuk mengantisipasi maraknya misinformasi wisata, GenPI Kota Semarang menggencarkan kampanye "Saring Sebelum Sharing". Melalui kampanye ini, masyarakat diajak untuk memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi sebelum memutuskan berkunjung ke suatu destinasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....