Borobudur Peace and Prosperity Festival Jadi Ruang Menyuarakan Nilai Persatuan
- 31 Mei 2026 15:05 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Borobudur Peace and Prosperity Festival
- Taman Aksobya
- Duta Besar Nasional Unicef Indonesi
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Memasuki tahun kelima pelaksanaan Borobudur Peace and Prosperity Festival menjadi ruang perjumpaan untuk menyuarakan nilai persatuan , harmoni dan kemakmuran bersama. Acara yang dirakarsai Ricky Surya Prakasa tersebut juga untuk membangkitkan perdamaian.
“Borobudur Peace and Prosperity sudah memasuki tahun ke lima untuk menyuarakana nilai persatuan, harmoni dan kemakmuran bersama. Selain itu,bisa membangkitkan rasa perdamaian dan menciptakan perdamaian,” kata Duta Besar Nasional Unicef Indonesia, Ferry Chandra Salim pada pembukaan Borobudur Peace and Prosperity Festival di Taman Aksobya, kompleks Zona II Candi Borobudur, Sabtu malam, 30 Mei 2026.
Fery Salim mengatakan, kita diingatkan peradaban besar tidak dibangun dalam satu hari saja. Melainkan dibangun dengan kepedulian dan keputusan hingga lintas generasi.
Menurutnya, perdamaian harus dimulai dari lingkungan terkecil yakni lingkungan keluarga, Selain itu,nilai-nilai toleransi dan persaudaraan perlu ditanamkan sejak usia dini, agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.
“” Segala sesuatu dimulai dari hal yang paling kecil, kita bisa menciptakan perdamaian dari lingkungan keluarga. Jika sejak dini anak-anak diajarkan bagaimana menjaga perdamaian, nilai itu akan membekas sampai mereka dewasa,” katanya.
Ia berharap, kehadiran para duta besar dan komunitas international pada Borobudur Peace and Prosperity Festival tersebut, bis membawa pesan perdamaian dari Borobudur dan dapat menjangkau seluruh dunia.
Ketua Panitia Borobudur Peace and Prosperity Festival 2026, Jeffry Yunus mengatakan, festival ini dibangun di atas empat pilar utama.Yakni, persatuan, harmoni, perdamaian dan kemakmuran.
Menurutnya, Borobudur Peace and Prosperity Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang dialog antarlintas agama dan budaya saja. Melainkan mendukung pengembangan UMKM, seni budaya dan masyarakat sekitar Borobudur.
“BPPF tidak hanya menjadi ajang dialog lintas agama dan budaya, tetapi juga mendukung pengembangan UMKM, seni, budaya, serta masyarakat sekitar Borobudur secara inklusif dan berkelanjutan," katanya,
Ia berharap, melalui festival tersebut diharapkan, Borobudur semakin dikenal sebagai pusat budaya dan spiritual dunia yang menyuarakan toleransi, persaudaraan. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....