BI Jateng Perkirakan Tekanan Harga Meningkat Jelang Tahun Ajaran Baru
- 31 Mei 2026 05:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Bank Indonesia memperkirakan tekanan harga di Kota Semarang akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Kenaikan tersebut dipengaruhi faktor musiman, terutama menjelang dimulainya tahun ajaran baru dan meningkatnya konsumsi masyarakat.
Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia, ekspektasi harga untuk tiga bulan mendatang menunjukkan tren kenaikan. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni 2026 yang mencapai 160,5, lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 sebesar 147,4.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H., mengatakan peningkatan ekspektasi harga dipengaruhi kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat menjelang tahun ajaran baru. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi oleh pelaku usaha maupun konsumen.
“Ekspektasi tekanan harga di Kota Semarang untuk tiga bulan mendatang diprakirakan meningkat, dipengaruhi faktor musiman tahun ajaran baru,” kata Andi dalam siaran pers, Sabtu, 30 Mei 2026.
Tidak hanya dalam jangka pendek, tekanan harga juga diperkirakan meningkat dalam enam bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Harga Umum September 2026 tercatat sebesar 182,9 atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 175,0.
Menurut Andi, kenaikan indeks tersebut sejalan dengan prakiraan meningkatnya pola konsumsi masyarakat. Aktivitas ekonomi yang terus bergerak diperkirakan mendorong permintaan terhadap berbagai kebutuhan barang dan jasa.
“IEH September 2026 meningkat. Sejalan dengan prakiraan peningkatan pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.
Bank Indonesia menilai perkembangan ekspektasi harga perlu terus dipantau sebagai salah satu indikator arah inflasi ke depan. Meski tekanan harga diperkirakan meningkat, stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi tetap menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....