Polda Jateng Tunggu Hasil Forensik Kasus Kematian Satu Keluarga di Temanggung

  • 29 Mei 2026 14:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah masih menunggu hasil pemeriksaan forensik terkait kasus meninggalnya satu keluarga di sebuah objek wisata glamping di Kabupaten Temanggung. Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Anwar Nasir mengatakan, autopsi telah dilakukan terhadap salah satu dari empat korban yang ditemukan meninggal dunia.

Hal itu diungkapkannya saat ditemui di Mapolda Jateng, Jumat 29 Mei 2026. “Dari empat korban dipilih satu korban yang secara fisik paling muda dan paling kuat, yaitu anak berusia 17 tahun, untuk dilakukan autopsi,” ujarnya.

Menurutnya, hingga kini penyidik Polres Temanggung masih terus mendalami penyebab pasti kematian para korban sambil menunggu hasil toksikologi dari laboratorium forensik. Pihak kepolisian sementara ini menduga ada dua kemungkinan penyebab kematian.

Pertama, paparan gas yang diduga berasal dari kompor gas saat kegiatan barbeque pada malam hari. “Keduanya diperiksa, baik unsur gas maupun makanan yang dimakan saat itu,” jelasnya.

Anwar menuturkan, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban di wilayah Ambarawa untuk menelusuri kemungkinan lain. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan barang atau makanan mencurigakan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Selain itu, kondisi lokasi glamping yang minim ventilasi juga menjadi perhatian penyidik karena diduga dapat menyebabkan akumulasi gas di dalam ruangan. “Tempatnya memang tertutup dan ventilasinya minim. Ini masih kami dalami di lapangan,” katanya.

Sampel yang diperiksa dalam penyelidikan meliputi makanan yang dikonsumsi korban saat kegiatan barbeque. Sementara makanan sarapan yang disediakan pengelola glamping diketahui masih utuh dan belum sempat dikonsumsi korban.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada kendala berarti dalam proses penyelidikan. Saat ini, penyidik hanya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang membutuhkan tahapan dan kehati-hatian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan laboratorium forensik agar bisa dipercepat. Namun, tetap harus melalui prosedur pemeriksaan secara teliti,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....