Dispertan Kota Semarang: Kasus PMK Sempat terjadi di Ngaliyan dan Banyumanik

  • 29 Mei 2026 02:12 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang mencatat ada enam kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat dilaporkan peternak. Tercatat, masing-masing ada tiga kasus di Ngaliyan dan tiga kasus lainnya di Banyumanik.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah mengungkapkan seluruh hewan yang terindikasi PMK telah diisolasi untuk mencegah penularan. “Kalau sudah teridentifikasi PMK memang harus dipisahkan sampai proses penyembuhan selesai,” ucapnya, Kamis 28 Mei 2026.

Dispertan Kota Semarang memastikan perkembangan kasus PMK saat ini dinilai jauh lebih baik dibanding awal kemunculan wabah beberapa waktu lalu. Vaksinasi rutin disebut terus dilakukan terhadap ternak di wilayah Kota Semarang. “Peternak sekarang sudah lebih paham cara mengenali dan menangani PMK. Jadi perkembangan kasusnya sudah bagus,” ucapnya.

Ia pun membenarkan adanya seekor anakan sapi yang mati di wilayah Ngaliyan. Namun, kasus tersebut masih dikaitkan dengan kondisi PMK yang menyerang ternak saat belum mendapatkan vaksinasi.

“Anakan sapi itu memang belum sempat divaksin. Sekarang kondisi ternak lainnya sudah membaik,” ujarnya.

Diketahui, adanya Kasus PMK tersebut setelah adanya laporan dari peternak kepada petugas kesehatan hewan. Pemeriksaan kemudian dilakukan oleh dokter hewan dan paramedis lapangan milik Dispertan Kota Semarang.

“Peternak melapor karena sapinya menunjukkan gejala tertentu. Setelah dicek petugas, memang ada indikasi PMK,” katanya.

Sementara itu, pada moemen Idul Adha 2026, permintaan hewan kurban di Kota Semarang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tren kenaikan disebut telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Dari beberapa penjual yang kami survei, memang sudah mulai ada peningkatan permintaan. Tren dari tahun ke tahun juga terus meningkat,” katanya.

Ia mengungkapkan, pada tahun lalu jumlah titik penyembelihan hewan kurban di Kota Semarang tercatat mencapai lebih dari 900 lokasi. Sementara, kebutuhan hewan kurban meliputi sekitar 10 ribu kambing, hampir 3 ribu sapi, lebih dari 600 domba, serta lima kerbau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....