Bhikkhu Rombongan Indonesia Walk for Peace Menginap di TITD Hok An Kiong Muntilan
- 28 Mei 2026 04:13 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Indonesia Walk for Peace 2026
- Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok An Kiong Muntilan
- Waisak 2026
RRI.CO,ID, Kabupaten Magelang: Setelah menempuh perjalanan lebih dari 600 kilometer, rombongan 57 bhikkhu yang mengikuti Indonesia Walk for Peace 2026, tiba di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok An Kiong Muntilan, Kabupaten Magelang, Rabu, 27 Mei 2026 petang. Para bhikkhu tersebut menginap selama satu malam di TTID Hok An Kiong, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur.
Ketua Nasional Indonesia Walk for Peace 2026, Tosin mengatakan, para bhikkhu akan menginap semalam di TITD Hok An Kiong Muntilan untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur. Sebelum ke Candi Borobudur, para bhikkhu terlebih dulu singgah di Vihara Mendut atau sekitar 3 kilometer sebelum Candi Borobudur,” katanya usai penyambutan para peserta Indonesia Walk for Peace 2026 di TTID Hok An Kiong Muntilan.
Tosin mengatakan, dipilihnya ruangan di TITD Hok An Kiong Muntilan sebagai tempat beristirahat, karena para bhikkhu menjalani kehidupannya sehari-hari penuh dengan kesederhanaan. Bahkan, saat mulai perjalanan di Pulau Bali, mereka tidur di dalam barak di lapangan terbuka.
Ia menambahkan, rombongan Indonesia Walk of Peace yang berjalan dari Buleleng Bali menuju Candi Borobudur berasal dari tiga negara, yakni dari Thailand, Malaysia dan Laos. Mereka terdiri atas 43 orang dari Thailand, empat dari Malaysia dan tiga lainnya berasal dari Laos sertatujuh orang bhkkhu lainnya ikut bergabung.
“Selama perjalanan, sambutan dari masyarakat sangat hangat. Masyarakat dari berbagai elemen dengan latar belakang berbagai macam agama menyambut dengan penuh kegembiraan,” katanya.
Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Nyoman Suriadarma mengatakan, perjalanan 57 bhikkhu dalam Indonesia Walk for Peace ini mempunyai pesan tersendiri, yakni ingin menghadirkan keharmonisan, kerukunan dan kebersamaan di seluruh penjuru bumi. Hal itu sesuai dengan tema besar Waisak 2026 yakni “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia’’.
“Pesan khusus dari Indonesia Walk for Peace ini tidak hanya ditujukan bagi bangsa Indonesia, tetapi juga untuk seluruh dunia. Kita ingin memperlihatkan kepada seantero dunia bahwa keharmonisan, kerukunan, dan kebersamaan itu perlu terus-menerus dihadirkan," katanya.(wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....