Sekolah Gratis dan Wajib Belajar 13 Tahun Antar Jateng Raih Prestasi Nasional
- 27 Mei 2026 13:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kebijakan memperluas akses sekolah gratis dan penguatan program wajib belajar 13 tahun mengantar Jawa Tengah memborong penghargaan pendidikan tingkat nasional pada 2026. Sejumlah apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi bukti hasil kerja keras pembenahan pendidikan yang dilakukan sepanjang 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan 2026 di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026 malam. Jawa Tengah dinilai berhasil menghadirkan kebijakan pendidikan yang berdampak pada peningkatan akses dan kualitas belajar masyarakat.
Salah satu penghargaan bergengsi yang diraih ialah kategori Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun. Pemprov Jateng juga diapresiasi atas keberhasilan menggandeng sekolah swasta dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.
Tak hanya itu, Jawa Tengah menyabet predikat Terbaik I dalam kategori Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk pembelajaran. Sementara pada kategori Praktik Baik Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026, Jateng meraih posisi terbaik kedua.
Prestasi juga datang dari siswa dan tenaga pendidik Jawa Tengah yang berprestasi di tingkat nasional. Siswa SD Al Kautsar Temanggung, Anantacetta Reugra Abiraya, meraih penghargaan Talenta Muda Inovasi Digital.
Di sisi tenaga pendidik, Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bobotsari, Purbalingga, meraih penghargaan guru pendamping berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menengah 2025 terbaik kedua. Capaian tersebut memperlihatkan penguatan kualitas pendidikan Jateng tidak hanya terjadi pada kebijakan, tetapi juga di tingkat sekolah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut penghargaan itu menjadi pelecut semangat untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Pemprov Jateng, kata dia, tengah memperkuat pendidikan 13 tahun mulai dari PAUD hingga SMA.
“Pendidikan adalah syarat mutlak untuk meningkatkan sumber daya manusia. Kami siapkan pendidikan 13 tahun, mulai dari SD, SMP, SMA ditambah PAUD,” kata Luthfi.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat agar lulusan SMP tidak langsung bekerja. Oleh karena itu, Pemprov Jateng terus mendorong siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA melalui berbagai program bantuan.
Salah satu program unggulan yang disiapkan ialah Sekolah Kemitraan melalui kerja sama dengan sekolah swasta. Sebanyak 5.004 kuota disediakan bagi siswa dari keluarga miskin agar bisa bersekolah gratis sekaligus mendapat bantuan seragam.
“Mereka bisa sekolah gratis. Dapat seragam juga gratis,” ujar Luthfi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....