Ribuan Jemaah Ikuti Salat Iduladha di Lawang Sewu Semarang
- 27 Mei 2026 08:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Lawang Sewu kembali membuka pintunya bagi masyarakat untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 H secara bersama-sama. Untuk kedua kalinya, pada Rabu 27 Mei 2026, kawasan heritage ini menjadi tempat berlangsungnya ibadah dengan suasana khidmat yang memadukan nilai sejarah dan kebersamaan.
Di antara bangunan bersejarah yang berdiri sejak tahun 1904, ribuan jemaah diundang untuk menunaikan ibadah Salat Iduladha dengan penuh syukur dan kehangatan. Kehadiran ibadah ini di kawasan Lawang Sewu menegaskan bahwa bangunan heritage bukan sekadar tempat yang menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga ruang yang terus hidup dan bermakna bagi masyarakat dalam setiap momen kehidupan, termasuk momen ibadah yang sakral.
Salat Id terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya mulai pukul 05.30 hingga 08.00 WIB. Masyarakat juga tidak perlu mendaftar sebelumnya dan langsung hadir untuk beribadah bersama di halaman tengah Lawang Sewu yang luas dan asri.
Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata, Moedji Setiono menyampaikan, di Lawang Sewu, sejarah tidak hanya untuk dikenang. Akan tetapi, juga untuk dirasakan dan dihidupkan bersama melalui momen-momen sakral seperti perayaan salat Idul Adha.
"Kami sangat bersyukur dapat kembali menyelenggarakan Salat Iduladha di Lawang Sewu untuk kedua kalinya. Ini menunjukkan bahwa kawasan heritage ini terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan tidak pernah kehilangan relevansinya di setiap zaman.," ujarnya.
Moedji menambahkan, penyelenggaraan Salat Iduladha di Lawang Sewu juga menjadi wujud nyata bahwa KAI Wisata sebagai pengelola selalu berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat. "Lawang Sewu adalah milik masyarakat, dan kami ingin memastikan bahwa kawasan ini terus bermanfaat dan bernilai dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek spiritual.," katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai silaturahmi, kebersamaan, dan kepedulian terhadap pelestarian kawasan heritage sekaligus menjadi wadah ibadah yang nyaman bagi masyarakat. Di samping itu, penyelenggaraan ibadah di kawasan heritage seperti Lawang Sewu juga diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.
Moedji mengatakan ketika masyarakat merasakan langsung kehangatan dan kekhidmatan beribadah di kawasan ini, secara tidak langsung tumbuh pula rasa memiliki dan tanggung jawab untuk ikut menjaga dan melestarikan Lawang Sewu. Ke depannya, manajemen Lawang Sewu akan selalu terbuka untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang memperkuat hubungan antara kawasan heritage dengan masyarakat luas.
"Kami berharap Salat Iduladha di Lawang Sewu dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut dan dirindukan masyarakat setiap tahunnya. Lawang Sewu akan selalu menjadi ruang yang hidup, ruang yang terus memberi makna bagi siapa saja yang datang, baik untuk mengenang sejarah maupun untuk beribadah dan bersilaturahmi," ujar Moedji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....