Sidak, Dinas Pertanian Temukan Satu Penjual Hewan Kurban di Semarang Tak Punya SKKH
- 26 Mei 2026 11:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Pertanian Kota Semarang melakukan sidak ke empat titik penjualan hewan kurban yakni di jalan Mulawarman, Meteseh serta dua lokasi di Sendangmulyo, Senin 25 Mei 2026. Dari hasil tersebut, ditemukan satu lapak belum memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Selain itu, dari hasil pengecekan sampling juga tidak ditemukan hewan dengan kondisi kesehatan yang menyalahi syarat kurban. Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, mengatakan pengawasan hewan kurban sengaja diperketat guna memastikan keamanan hewan yang beredar di lapak penjualan.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ternak, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). “Memang edukasi terkait SKKH ini masih harus terus dilakukan kepada peternak maupun penjual,” katanya.
Penggunaan SKKH, kata dia, masih banyak dipahami hanya untuk pedagang dari luar daerah. Padahal, penjual lokal yang mengambil pasokan hewan dari luar kota juga diwajibkan memiliki dokumen kesehatan tersebut.
“SKKH ini merupakan jaminan bahwa hewan yang dijual benar-benar sehat. Jadi tidak hanya pedagang luar kota saja, penjual lokal yang mengambil barang dari luar daerah juga tetap harus menyediakan SKKH,” ucapnya.
Adapun, sebagian besar pedagang yang diperiksa merupakan peternak lokal Kota Semarang sehingga belum seluruhnya menggunakan SKKH. Namun, kewajiban administrasi kesehatan hewan disebut akan terus disosialisasikan.
“Kesempatan tahun ini masih kami gunakan untuk edukasi. Akan tetapi, ke depan, pedagang harus sudah memenuhi ketentuan yang diinginkan pemerintah,” katanya.
Menjelang Idul Adha 2026, permintaan hewan kurban di Kota Semarang diperkirakan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tren kenaikan disebut telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Dari beberapa penjual yang kami survei, memang sudah mulai ada peningkatan permintaan. Tren dari tahun ke tahun juga terus meningkat,” ucapnya.
Pada tahun lalu, jumlah titik penyembelihan hewan kurban di Kota Semarang tercatat mencapai lebih dari 900 lokasi. Kebutuhan hewan kurban meliputi sekitar 10 ribu kambing, hampir 3 ribu sapi, lebih dari 600 domba, serta lima kerbau.
Meski permintaan meningkat, ketersediaan hewan kurban dipastikan masih aman hingga Hari Raya Idul Adha nanti. “Insyaallah ketersediaan aman. Beberapa penjual juga menyampaikan penjualan sudah mulai ramai,” tuturnya.
Ia turut mengimbau panitia kurban agar memperhatikan kebersihan lokasi penyembelihan dan distribusi daging kurban kepada masyarakat. “Kami berharap tempat penyembelihan benar-benar higienis, penanganan limbahnya baik, dan distribusi daging dilakukan sesuai anjuran pemerintah,” katanya.
Salah satu pedagang hewan kurban, Sukron (51), mengaku belum mengetahui adanya kewajiban penyediaan SKKH bagi hewan yang dijualnya.
“Tahun ini saya belum tahu kalau harus ada surat-suratnya. Dari pihak luar juga tidak bilang,” katanya
Pedagang asal Banjarnegara tersebut mengaku seluruh hewan yang dijual dipastikan dalam kondisi sehat. Ia juga berjanji akan melengkapi dokumen kesehatan hewan pada penjualan tahun berikutnya.
“Insyaallah tahun depan saya sediakan semuanya. Hewannya dijamin sehat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....