Lawan Abrasi Pantai, Kodim 0710 Gandeng Pemkab Pekalongan Tanam Seribu Mangrove

  • 25 Mei 2026 14:48 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Lawan Abrasi Pantai, Kodim 0710 - Pemkab Pekalongan Tanam Ribuan Mangrove

RRI.CO.ID, Pekalongan – Ancaman abrasi dan banjir rob terus menggerus kawasan pesisir utara Kabupaten Pekalongan akhirnya mendapat respons serius. Kodim 0710/Pekalongan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan bergerak menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Senin 25 Mei 2026

Aksi penghijauan yang dipusatkan di sekitar Pos TNI AL Wonokerto itu dipimpin Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman. Gerakan penanaman mangrove dilakukan secara serentak di 29 titik wilayah pesisir yang berada di jajaran Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah teritorial pesisir. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak seribu bibit mangrove ditanam di Pesisir Wonokerto, Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, pelajar, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang mengatakan Wonokerto Kulon dipilih karena menjadi salah satu titik rawan abrasi di pesisir utara Kabupaten Pekalongan. Penanaman mangrove menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus langkah strategis menjaga stabilitas kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan intrusi air laut.

“Kegiatan ini mengusung tema TNI Angkatan Darat Peduli Lingkungan, Mangrove Tumbuh TNI Tangguh. Kali ini sekitar seribu pohon mangrove kita tanam bersinergi dengan berbagai pihak, mulai TNI, Polri, Pemkab Pekalongan hingga masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan hutan mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pesisir. Mangrove mampu menahan abrasi, mengurangi dampak rob, hingga menekan risiko kerusakan akibat perubahan iklim.

Sementara itu, Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, penanaman mangrove menjadi langkah konkret memperkuat daya tahan pantai sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. “Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentu menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Kita mencoba bersinergi karena ini sangat membantu ruas-ruas pantai yang kita miliki agar mempunyai daya tahan yang tangguh dan mencegah abrasi,” katanya.

Menurutnya, rehabilitasi kawasan pesisir tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk memulihkan ekosistem mangrove yang selama ini menjadi benteng alami pantai dari ancaman gelombang laut dan intrusi air asin.

Tak hanya di Wonokerto, Pemkab Pekalongan kini mulai memetakan sejumlah titik lain yang akan menjadi lokasi penanaman lanjutan. Kawasan pesisir sepanjang Wonokerto hingga perbatasan Kota Pekalongan, termasuk wilayah Jeruksari, Kecamatan Tirto, masuk dalam prioritas pengembangan kawasan hijau mangrove.

“Kita akan melibatkan masyarakat. Beberapa waktu lalu kita juga melakukan kegiatan serupa dengan melibatkan anak-anak muda agar ada kepedulian bersama terhadap lingkungan pesisir,” ujarnya.

Gerakan penghijauan pesisir itu diharapkan tidak berhenti pada seremoni penanaman semata. Pemerintah dan TNI menargetkan program rehabilitasi mangrove terus berlanjut agar ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim di kawasan pesisir Kabupaten Pekalongan dapat ditekan secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....