Jelang Iduladha, Jateng Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban

  • 23 Mei 2026 22:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang hari H Iduladha 2026 untuk memastikan hewan yang beredar tetap sehat, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat. Berbagai langkah dilakukan mulai dari pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, hingga pengawasan lalu lintas ternak di pintu masuk dan keluar wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah layanan kesehatan hewan keliling atau healing. Program tersebut difokuskan untuk memastikan ternak kurban bebas penyakit sekaligus memenuhi standar kesehatan.

“Program ini mencakup pemeriksaan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar Jawa Tengah, pemeriksaan kesehatan, serta pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vitamin,” ujar Frans saat Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 di Kompleks Tarubudaya, Jumat 22 Mei 2026.

Selain pemeriksaan rutin, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat antisipasi terhadap penyakit zoonosis dan temuan cacing hati pada ternak. Edukasi kepada pedagang dan masyarakat mengenai ciri hewan kurban sehat juga digencarkan, termasuk peningkatan kompetensi juru sembelih halal sesuai syariat Islam.

Pengawasan lalu lintas ternak serta penerjunan petugas kesehatan hewan terus ditingkatkan untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, dokter hewan, dan petugas lapangan agar kesiapsiagaan menghadapi Iduladha semakin optimal.

“Jawa Tengah dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha 2026,” kata Frans.

Dari sisi ketersediaan, Pemprov memastikan stok hewan kurban di Jawa Tengah dalam kondisi aman. Kebutuhan masyarakat untuk kurban diperkirakan hanya sekitar 10 persen dari total populasi ternak yang tersedia yang diperkirakan mencapai 6,4 juta ekor.

Frans menilai dukungan peternak memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya di sektor peternakan. Melalui jambore dan kontes ternak, pemerintah juga ingin memberi apresiasi kepada pelaku peternakan sekaligus mendorong konsumsi protein hewani yang sehat, utuh, dan halal.

“Kegiatan ini juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat transfer informasi peternakan menuju sistem yang modern berbasis teknologi, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.

Di sisi lain, produksi peternakan Jawa Tengah pada 2026 diperkirakan terus meningkat dengan capaian produksi daging sebesar 942.496 ton. Produksi telur diproyeksikan mencapai 917,8 juta ton dan produksi susu sekitar 76.570 ton.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari peran 766 inseminator yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka menjadi ujung tombak pelayanan reproduksi ternak melalui inseminasi buatan untuk meningkatkan kualitas genetik dan produktivitas peternakan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengapresiasi peran peternak dan inseminator dalam menjaga kualitas peternakan daerah. Menurutnya, swasembada daging nasional masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan dukungan seluruh pelaku peternakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....