Budidaya Udang Kebumen Dipuji Presiden Berstandar Dunia, Gubernur: Prospek Bagus

  • 23 Mei 2026 20:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Budidaya udang modern di Kebumen menuai pujian langsung dari Presiden, Prabowo Subianto karena dinilai telah memenuhi standar dunia. Satu hektare tambak disana mampu menghasilkan hingga 40 ton udang dengan harga jual mencapai Rp70 ribu per kilogram.

"Luar biasa. Harganya juga sangat bagus, Rp70 ribu per kilogram,” ujar Presiden saat meninjau lokasi panen raya udang di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen didampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Sabtu 23 Mei 2026.

Bahkan, kawasan BUBK Kebumen ini telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal dan menjadi salah satu proyek strategis nasional di sektor perikanan budidaya. Keberhasilan kawasan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sektor perikanan modern dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pun optimistis pengembangan budidaya udang di Kebumen itu menjadi peluang besar untuk mendorong ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru. Keberadaan kawasan BUBK akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah dan penguatan ekonomi nasional.

“Ini prospek bagus. Lahan 100 hektare ini akan menambah lapangan pekerjaan baru di wilayah Kebumen, di samping pendapatan daerah tentunya. Dan secara nasional ini prospek yang bagus sekali,” kata Luthfi di sela kegiatan.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat produksi udang vaname di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 26.313 ton. Dari jumlah tersebut, Kebumen menjadi salah satu sentra utama dengan produksi sebesar 1.850 ton, sementara ekspor udang Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 1.300 ton senilai Rp178,8 miliar.

Untuk diketahui, Kawasan budidaya modern seluas 100 hektare itu dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai model tambak udang berbasis kawasan yang berkelanjutan. Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi ekonomi biru pemerintah untuk memperkuat sektor pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....