Dubes Belanda - Jerman Rekomendasikan Gowes ke Prambanan, Terpikat Keramahan Warga
- 21 Mei 2026 20:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sambutan hangat warga di desa-desa sekitar Prambanan meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu internasional yang mengikuti ajang sepeda klasik internasional di Klaten, Jawa Tengah. Duta Besar Belanda dan Jerman bahkan mengaku terpesona oleh keramahan masyarakat yang menyapa dan memberi semangat sepanjang perjalanan bersepeda.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen mengaku pengalaman mengayuh sepeda onthel klasik menyusuri pedesaan Prambanan terasa sangat istimewa. Antusiasme warga yang melambaikan tangan dan menyapa peserta menciptakan suasana akrab yang sulit dilupakan.
“Kami bersepeda dan berkeliling desa. Banyak orang melambaikan tangan dan mengatakan ‘semangat’, itu benar-benar menyenangkan,” kata Marc saat mengikuti The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association 2026 di Prambanan, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia bahkan berencana menceritakan pengalaman tersebut kepada masyarakat di Belanda agar semakin banyak wisatawan tertarik datang ke Prambanan. Marc menilai kawasan Prambanan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sepeda kelas dunia, jika ditambah jalur yang lebih beragam.
Kekaguman serupa disampaikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Ralf Beste yang turut menjajal rute bersepeda di sekitar kawasan candi. Ia melihat perpaduan budaya bersepeda, keindahan pedesaan, dan panorama candi menjadi daya tarik yang sangat kuat.
Menurut Ralf, banyak wisatawan Eropa menyukai perjalanan sepeda yang menawarkan pengalaman budaya sekaligus pemandangan khas. Ia meyakini kawasan Prambanan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi tujuan wisata favorit pesepeda mancanegara.
Menanggapi kesan positif para tamu asing, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian promosi wisata berbasis olahraga atau sport tourism. Pemerintah daerah ingin mengenalkan destinasi Jawa Tengah dengan cara yang lebih dekat dan berkesan bagi wisatawan.
"Bagaimana pengembangan pariwisata yang dikolaborasikan dengan olahraga. Olahraga sepeda ini bagi kami menjadi bagian juga untuk mempromosikan wisata di Jawa Tengah," kata Sumarno yang 'ngonthel' dengan sepeda klasik Fongers buatan tahun 1940 -an.
Selain menjadi sarana promosi, kehadiran peserta dari 40 negara juga diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Aktivitas wisatawan, mulai dari belanja hingga konsumsi kuliner, dinilai mampu menggerakkan perekonomian lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....