Jateng Masuk Tiga Besar Demokrasi Nasional, Taj Yasin Soroti Peran Media
- 21 Mei 2026 20:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Lonjakan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Tengah pada 2025 mendapat sorotan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin. Ia menilai keberhasilan Jawa Tengah menempati posisi ketiga nasional tidak lepas dari kontribusi besar media dalam menjaga keterbukaan informasi dan mengawal partisipasi publik.
Berdasarkan data terbaru, nilai IDI Jawa Tengah mencapai 86,72 atau meningkat 0,88 poin dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut mengantarkan Jawa Tengah masuk tiga besar nasional dalam indeks demokrasi.
Menurutnya, media menjadi salah satu elemen penting yang ikut mendorong peningkatan kualitas demokrasi di daerah. “Penghargaan itu sebenarnya bukan untuk Pemprov saja, tetapi untuk kita semua, khususnya para media,” kata Taj Yasin saat menjadi keynote speech dalam acara Jateng Media Summit 2026 di Khas Hotel Semarang, Kamis, 21 Mei 2026.
Taj Yasin mengatakan, indeks demokrasi lahir dari keterlibatan banyak pihak, termasuk masyarakat dan media massa. Oleh karena itu, capaian Jawa Tengah dinilai harus dijaga bersama agar kualitas demokrasi terus meningkat.
Di tengah capaian tersebut, ia juga mengingatkan tantangan besar yang kini dihadapi industri media. Perkembangan media sosial dan tumbuhnya homeless media disebut mengubah lanskap penyebaran informasi secara drastis.
Menurut Taj Yasin, homeless media memiliki keunggulan dalam kecepatan distribusi konten dan kemampuan menjangkau audiens yang lebih spesifik. Namun, media arus utama tetap menjadi rujukan karena mengedepankan verifikasi fakta, kode etik jurnalistik, dan tanggung jawab informasi.
Karena itu, ia tidak ingin media mainstream dan homeless media berjalan sendiri-sendiri atau bahkan saling berhadapan. Taj Yasin justru mendorong kolaborasi agar ruang digital tetap sehat dan masyarakat tidak terjebak informasi yang menyesatkan.
“Ada pertemuan antara media mainstream dengan homeless media ini harapannya ada titik temu. Tujuan kita sama, mencerdaskan masyarakat dan mengawal negara ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan media juga sangat membantu pemerintah membaca persoalan masyarakat secara cepat. Salah satu contohnya ketika kasus pemutusan kontrak kerja di Kabupaten Sragen menjadi perhatian publik setelah ramai diberitakan, sehingga pemerintah bisa segera turun tangan membantu pekerja terdampak.
Sementara itu, penyelenggara Jateng Media Summit 2026, Suwarjono mengatakan forum tersebut menjadi ruang kolaborasi media lokal, media digital, hingga homeless media. Kegiatan itu juga diisi pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI agar media di Jawa Tengah mampu bertahan dan bertransformasi di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....