Harkitnas, Gubernur Jateng Siapkan Tunas Bangsa Songsong Indonesia Emas
- 20 Mei 2026 20:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi momentum bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kebangkitan bangsa saat ini harus diwujudkan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, terutama para tunas bangsa di era digital.
Hal itu dikemukakannya usai upacara Harkitnas ke-118 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 20 Mei 2026. Luthfi menyebut, pembangunan ke depan harus selaras dengan visi nasional.
Salah satu prioritas yang perlu diperkuat, kata dia, adalah digitalisasi sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi masa depan. “Kita harus menjalankan Asta Cita Presiden, ke depannya, digitalisasi menjadi prioritas, para tunas bangsa harus kita persiapkan dalam rangka Indonesia Emas 2045,” kata Luthfi.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Harkitnas 2026, yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema itu juga tertuang dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid yang dibacakan Ahmad Luthfi saat upacara berlangsung.
Dalam sambutan itu dijelaskan, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi melalui perlindungan generasi muda agar mampu bergerak maju bersama. Kemandirian bangsa dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga kedaulatan negara di tengah berbagai tantangan global.
Luthfi mengutip pesan Menteri Komdigi bahwa kemajuan bangsa tidak ditentukan oleh ketergantungan pada pihak lain. “Melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” ujar Luthfi mengutip sambutan Menteri Komdigi.
Upaya menyiapkan generasi unggul tersebut, lanjut dia, diwujudkan pemerintah melalui sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini berjalan di sekolah-sekolah untuk memperkuat fondasi kesehatan generasi muda.
Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi. Langkah itu diperkuat dengan peningkatan kualitas guru serta penyediaan beasiswa guna mengurangi kesenjangan kualitas sumber daya manusia.
Di sektor kesehatan, pemerintah menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara masif untuk memastikan perlindungan medis yang lebih merata. Sementara, di tingkat desa, penguatan ekonomi dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar masyarakat semakin mandiri.
Selain pembangunan fisik dan pendidikan, perlindungan generasi muda di ruang digital juga menjadi perhatian pemerintah. Pemberlakuan penuh PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) menjadi salah satu langkah nyata menjaga anak dari risiko ruang digital.
Sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan itu diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak menuju generasi emas Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....